Direktur TV Swasta Lokal yang Ditangkap Polisi Warga Bondowoso

Chuk S Widarsha - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 12:32 WIB
Bondowoso - Polisi membenarkan bahwa seorang direktur TV swasta lokal di Jatim yang ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat adalah warga Bondowoso. Polres Bondowoso juga dilibatkan saat melakukan penangkapan.

Dari informasi yang dihimpun, A merupakan warga Desa Grujugan Lor, Jambesari Darussholah, Bondowoso.

"Betul. Beberapa saat lalu kami memang memback-up tim dari Polres Metro Jakpus," ujar Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo saat dikonfirmasi detikcom di kantornya, Jumat (15/10/2021).

Agung mengatakan dalam penjemputan itu, selain A juga ada beberapa warga Bondowoso lain yang juga dibawa ke Jakarta oleh tim dari Polres Metro Jakarta Pusat.

"Mereka yang dijemput itu memang warga Bondowoso. Hanya saja, kami tidak tahu pokok persoalannya kasus apa," kata Agung.

Agung menambahkan semua penanganan dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat. Polres Bondowoso, kata Agung, hanya memback-up karena lokasi penangkapan memang berada di Bondowoso.

Yosi, tetangga A mengatakan bahwa tetangganya tersebut memang seorang direktur TV lokal di Bondowoso. Namun Yosi menyebut bahwa A mungkin tak ada hubungannya dengan televisi lokal yang dikelola sang direktur.

"Setau saya, kalau saluran televisinya biasa-biasa isinya. Wong itu saluran berlangganan kok. Semacam televisi kabel," imbuh Yosi.

Hanya saja, kata Yosi, kabarnya sang direktur juga punya akun di medsos, namanya Aktual TV. Yosi menduga justru masalah datang dari akun tersebut.

Untuk diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang direktur stasiun televisi swasta lokal di Jawa Timur. Direktur TV tersebut ditangkap di Jawa Timur beberapa hari lalu. Selain direktur televisi swasta tersebut, ada 2 orang lainnya yang ditangkap polisi.

Belum ada penjelasan terkait kronologi penangkapan direktur TV tersebut. Namun, direktur TV tersebut kerap menyebar konten hoax dan SARA yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Ditangkap terkait produsen hoax yang bisa memecah belah persatuan bangsa, termasuk mengganggu sinergitas TNI-Polri juga," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki. (iwd/iwd)