Rasa Haru Warga Banyuwangi Saat Terima Bantuan Modal Usaha

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:53 WIB
Halimah (55), warga Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi mengaku terharu. Ia mendapat Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) dari pemerintah melalui Polresta Banyuwangi.
Halimah (55), warga Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Halimah (55), warga Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi mengaku terharu. Ia mendapat Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) dari pemerintah melalui Polresta Banyuwangi.

Bantuan tersebut langsung diterima di rumahnya. Sebab, ia belum bisa beraktivitas usai mengalami kecelakaan.

Modal usaha Halimah habis karena mengalami patah kaki akibat kecelakaan sekitar 2 bulan lalu. Sehingga dirinya tidak bisa kembali berjualan.

"Terima kasih kepada bapak-bapak polisi, yang telah memperhatikan kami pedagang kecil yang terdampak pandemi COVID-19. Dukungan dan bantuan ini tidak akan saya sia-siakan," ujar Halimah usai menerima bantuan, Selasa (12/8/2021).

Halimah akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk modal usaha, agar bisa kembali berjualan. "Ini akan saya pakai untuk modal berjualan kembali, karena modal yang selama ini ada sudah habis untuk biaya hidup kami sekeluarga sehari-hari, dan berobat kemarin akibat kecelakaan," tutur Hamimah.

Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) diserahkan langsung oleh Kasatbinmas Polresta Banyuwangi, Kompol Mustakim.

"BTPKLW ini merupakan suatu kepedulian dan perhatian pemerintah kepada pedang kecil, khususnya PKL dan warung-warung kecil yang terdampak pandemi COVID-19, khususnya di Kabupaten Banyuwangi," ujar Mustakim.

Mustakim menambahkan, penyerahan bantuan secara door to door dilakukan menyasar masyarakat penerima bantuan yang tidak bisa hadir. "Kami menyalurkan langsung bantuan dengan cara mendatangi rumah pedagang kaki lima penerima manfaat, karena yang bersangkutan tidak bisa hadir disebabkan mengalami kecelakaan. Ini kami lakukan karena bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan, dan tanggung jawab kami kepolisian untuk menyalurkan," terangnya.

"Data masuk sejumlah 3.608, tidak terverifikasi 386, terverifikasi 3.210. Masing-masing pedagang kaki lima dan warung yang telah terdaftar, menerima secara langsung dana yang disalurkan oleh pemerintah lewat Polri, yaitu sebesar Rp 1,2 juta per orang dan tidak boleh ada potongan sedikit pun," tutupnya.

(sun/bdh)