Masih Ingat Website Primbon Jawa Nge-Hits Tahun 2000-an, Ini Sosok Penciptanya

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 16:54 WIB
primbon jawa
Primbon online (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Masih ingat dengan website primbon.com yang sedang nge-hits tahun 2000-an? Laman yang berisi tentang ramalan jodoh, cinta, arti nama hingga hal-hal mistis, rupanya masih eksis hingga kini lho.

Detikcom menjumpai Jimmy Harijanto Wijaya, pembuat website primbon tersebut. Dengan raut muka semringah, Jimmy membeberkan, bahwa sampai saat ini, pengunjung website primbon masih ramai dikunjungi. Rata-rata 30 ribu pengunjung per-hari.

Jimmy mengungkapkan, website itu dibuat sejak akhir tahun 1999. Awal mula dirinya membuat website primbon, sebagai sebuah hobi. Namun lama kelamaan membawa rezeki. Kala itu, Jimmy membuat primbon saat menempuh kuliah jurusan Kimia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

"Saya masih kuliah saat itu, jaga laboratorium, lah kan ada komputer di laboratorium. Saya buat web di sana, asyik juga bisa diakses seluruh dunia. Dulu nama awalnya Geocities.com/primbon2000. Karena internet dulu khususnya website di Indonesia tidak sebanyak sekarang, hingga primbon ini perkembangannya sangat bagus," ungkapnya.

Jimmy Harijanto Wijaya, pembuat website primbon.com berisi tentang ramalan jodoh, cinta, arti nama hingga hal-hal mistisJimmy Harijanto Wijaya, pembuat website primbon/ Foto: Faiq Azmi

Pada 2001-an, saya pindah server, dan jadilah primbon.go.to. Sembari itu, referensi website primbon terus saya update, ya masih belajaran, saya dapat perhitungan primbon dari buku, terus saya salin ke tulisan-tulisan program. 2003 Saya beli domain.com, akhirnya jadi primbon.com," sambungnya.

Jimmy mengaku, sejak kecil tertarik dengan dunia primbon Jawa. Seringkali, dia ikut ayahnya ke desa melihat pagelaran wayang, hingga membawa pulang oleh-oleh pusaka Jawa.

"Sejak kecil sudah dekat dengan budaya Jawa. Karena bapak saya suplier tembakau, seringkali membina petani di desa, saya sendiri tinggal di Nganjuk. Jadi saya sering mengikuti ayah saya bekerja menemui petani tembakau di desa-desa," katanya.

"Saat penduduk desa ada wayangan, saya sering lihat, dan budaya-budaya Jawa di desa sangat kuat ya. Seringkali keluarga saya diberi pusaka-pusaka seperti keris. Meski bapak saya Tionghoa, keluarga saya sangat kental budaya Jawa, serta sangat fasih berbahasa Jawa," sambungnya.

Simak juga 'PP Muhammadiyah Dirikan Universitas Siber Muhammadiyah':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)