HIPMI Jatim Genjot Vaksinasi hingga 5.000 Dosis di Bandara Juanda

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 18:19 WIB
HIPMI Jatim Genjot Vaksinasi hingga 5.000 Dosis di Bandara Juanda
Gubernur pantau vaksinasi di Bandara Juanda (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Membantu membangkitkan ekonomi Jawa Timur di tengah pandemi COVID-19, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau BPD HIPMI Jatim menggelar vaksinasi.
5.000 Dosis disiapkan.

Ribuan dosis disiapkan ini untuk pekerja di area bandara, calon penumpang pesawat yang belum divaksin, warga sekitar di area Bandara Juanda, hingga masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Bendahara Umum BPP HIPMI, General Manager PT Angkasa Pura I Laksma TNI Sisyani Jaffar, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Acub Zaenal Amoe, MPH dan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto.

Ketua Umum HIPMI Jatim, Rois Sunandar Maming mengungkapkan, vaksinasi massal ini merupakan bagian dari vaksinasi nasional BPP HIPMI untuk menjaga herd immunity. Sedangkan di Jatim, HIPMI Jatim telah melaksanakan vaksinasi massal sebanyak 15 ribu dosis di Gresik. Dipilihnya Gresik karena wilayah tersebut sebagai pintu gerbang ekonomi Jatim dari laut.

Lalu kedua, vaksinasi ini digelar di Bandara Juanda sebagai pintu masuk ekonomi Jatim dari udara. Selain itu, BPD HIPMI Jatim bersama BPC-BPC HIPMI di tingkat Kabupaten/Kota juga telah menggelar vaksinasi massal. Antara lain di Bangkalan, Banyuwangi, Probolinggo, Blitar, Sidoarjo, dan beberapa kota/kabupaten lain.

"Pemberian vaksin ini sebagai bentuk kepedulian HIPMI agar pandemi COVID-19 bisa lekas teratasi. Sehingga diharapkan dengan adanya vaksinasi ini, bisa memabntu menggerakkan kembali roda ekonomi Jatim dan Indonesia," kata Rois Sunandar di sela pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (7/10/2021).

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN). Terlebih, Jatim menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar ke dua setelah DKI Jakarta terhadap ekonomi Nasional.

"Kontribusi Jatim terhadap ekonomi Nasional mencapai 24,93 persen. Jika Jatim bisa kembali bergerak dengan cepat, saya yakin ekonomi nasional juga akan tumbuh lebih cepat," tambahnya.