Momen Hari Batik Bagi Kota Kediri Tingkatkan Penggunaan Produk Lokal

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 17:07 WIB
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (Foto: Dok. Pemkot Kediri)
Kota Kediri -

Pemkot Kediri melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Kediri (Dekranasda) meningkatkan dan mempertahankan warisan batik Kota Kediri. Dengan menggunakan produk batik Kota Kediri, maka permintaan akan produk batik ini terus meningkat.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengharapkan melalui peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, warga Kota Kediri semakin bangga untuk menggunakan produk lokal Kota Kediri salah satunya batik.

"Kami insyaallah akan memfasilitasi agar batik ini bisa terus digunakan. Seperti keseharian saya sering sekali menggunakan kain lokal Kediri. Kalau kita menggunakan maka kita akan terus membeli produk itu. Nah tentu kalau kita membeli produk itu maka si pengrajinnya pun akan mendapat multiplier effect ekonominya," kata Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abu Bakar, Minggu (2/10/2021).

Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar mengatakan Dekranasda memiliki beberapa program untuk terus menjaga eksistensi dan mengembangkan produk lokal Kota Kediri yang salah satunya adalah batik.

Mulai dari memfasilitasi pameran, workshop, hingga fasilitasi digital marketing. Pada tahun 2020 Dekranasda Kota Kediri telah berpartisipasi pada Pameran Gelar Kriya Dekranasda Jatim, memberikan fasilitasi promosi di media sosial bagi perajin batik, bekerjasama dengan Pemprov Jatim dan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian dan memberikan fasilitasi sertifikasi Batikmark gratis.

Lalu pada tahun 2021 diadakan workshop penulisan konten kreatif bagi usaha kriya termasuk batik dan penyelenggaraan Batik Corner di Ketos dalam rangka Hari Batik Nasional.

Silviana mengatakan di era seperti sekarang Dekranasda juga mendorong pengrajin batik untuk melakukan pemasaran secara online. Silviana berharap pengrajin-pengrajin batik di Kota Kediri ini masih terus eksis dan konsisten.

"Kalau tidak seperti itu mereka akan ketinggalan. Sejauh ini Dekranasda bersama Pemkot Kediri kita selalu support teman-teman UMKM termasuk pengrajin batik. Kita juga datangkan desainer nasional agar motif-motif batik di Kota Kediri ini berkembang dan up to date," jelas Silviana.

Istri Wali Kota Kediri ini menambahkan wujud nyata yang telah dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensi batik adalah mewajibkan pegawai memakai kain tradisional daerah termasuk batik. Generasi muda juga terus didorong untuk bangga menggunakan batik, karena batik bisa dipadukan dengan berbagai gaya.

"Mudah-mudahan batik kita makin lestari dan banyak anak-anak muda mau menghargai karya-karya tangan pengrajin batik. Tidak melulu melirik fashion yang kekinian dan produk industri saja. Batik kan juga soal budaya, banyak cerita dan falsafah yang harus terus kita lestarikan. Kalau dari muda sudah diperkenalkan sampai tua bisa mencintai budayanya sendiri," pungkas Silviana.

(iwd/iwd)