Saat PDIP Surabaya Terima Curhat Pekerja Seni, Petani dan Nelayan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 18:40 WIB
DPC PDIP Surabaya menerima curhat pekerja seni, petani dan nelayan. Mereka mengharapkan dukungan pemerintah di tengah masa sulit pandemi COVID-19.
Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono (baju merah)/Foto: Istimewa
Surabaya - DPC PDIP Surabaya menerima curhat pekerja seni, petani dan nelayan. Mereka mengharapkan dukungan pemerintah di tengah masa sulit pandemi COVID-19.

Kelompok pertama, Komunitas Pelaku Seni Nusantara (PSN) Surabaya. Yang kedua, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Surabaya.

Mereka datang ke 'markas' Banteng Moncong Putih. Dan, diterima Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, yang juga Ketua DPRD. Ia didampingi pengurus DPC PDIP, Wimbo Ernanto dan Achmad Hidayat.

Sekretaris PSN Surabaya, Achmad Sahara mengeluhkan sulitnya para pekerja seni beraktualisasi diri dan menghidupi keluarga di masa pandemi COVID-19, sejak Maret 2020.

"Alhamdulillah, sekarang situasi Surabaya sudah membaik. Kami berharap SWK-SWK (sentra wisata kuliner) bisa dibuka, dan pekerja seni bisa pentas, tentu dengan protokol kesehatan," ujar Sahara, Sabtu (2/10/2021).

Pemain organ itu menyambut baik diperbolehkannya hajatan di kampung-kampung, yang telah banyak diasesmen oleh Satgas COVID-19 Kota Surabaya. "Semakin bertambah peluang kami untuk beraktivitas dan mendapat penghasilan keluarga. Semoga tahun 2022, pemulihan ekonomi berjalan dengan baik," ujar Sahara.

Adi Sutarwijono berjanji untuk mengupayakan bantuan sosial berupa sembako, dari program Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji, untuk para pekerja seni.

"Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji adalah kader PDI Perjuangan. Sehingga kebijakan pemerintahan sepenuhnya diarahkan untuk kesejahteraan rakyat Kota Surabaya," ujar Adi.

Komunitas kedua dari pengurus KTNA Kota Surabaya. Mereka meminta akses ke Pemerintah Kota Surabaya untuk mendapatkan saprodi atau sarana produksi pertanian. Di antaranya bantuan pupuk dan bibit lombok.

"Kami membutuhkan pendampingan dan penyuluhan dari Pemerintah Kota Surabaya. Dulu, KTNA di Surabaya sejarahnya dibentuk Pemerintah Kota Surabaya," ujar Haji Suyatno, Ketua KTNA Kota Surabaya.

Adi juga menjanjikan rapat dengar pendapat dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Bagian Perekonomian, di Ruang Komisi B Kantor DPRD Surabaya.

"Saya yakin komunikasi dan sinergi dapat dibangun dengan baik, dengan kalangan petani dan nelayan. PDI Perjuangan menaruh concern atas perbaikan kesejahteraan para petani dan nelayan di Kota Surabaya," ujar Adi. (sun/bdh)