Ipuk Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Bekal Hadapi Pandemi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 15:54 WIB
Banyuwangi Peringati Hari Kesakitan Pancasila
Bupati Ipuk usai upacara Hari Kesaktian Pancasila (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai bekal hadapi pandemi COVID-19. Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong.

"Tantangan bangsa selalu ada dan hadir menyatu dalam setiap perlintasan zaman. Tidak ada bangsa yang menjalani sejarahnya tanpa tantangan-tantangan. Dan bangsa ini punya Pancasila untuk menghadapi beragam tantangan zaman, termasuk menghadapi pandemi COVID-19 yang membutuhkan gotong royong kita semua.," ujar Ipuk, usai upacara peringatan Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (1/10/2021).

Ipuk mengatakan, salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong, yang menjadi bekal utama dalam menghadapi pandemi COVID-19. Krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi akan mudah diatasi jika semua pihak saling bekerja sama dan saling membantu.

"Jangan sampai kita bersikap individualistik. Abai terhadap sekitar. Tak peduli dengan tetangga. Tak mau membantu sesama," papar Ipuk.

Hari Kesaktian Pancasila sendiri merupakan peringatan peristiwa pada 1 Oktober 1965. Saat itu terjadi konflik politik yang menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan terkelam dalam sejarah Republik Indonesia merdeka.

Sementara Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini tak sekadar upacara.

"Hari ini tak cuma upacara, tapi kita juga mengikrarkan kesaktian Pancasila. Kita tahu bahwa mempertahankan Pancasila tidaklah mudah. Ada pengorbanan darah, tenaga dan air mata. Tadi saya jelaskan tentang profil pahlawan revolusi kepada bupati dan forkopimda. Kenapa mereka diculik? Karena mereka benar-benar mempertahankan Pancasila, jangan sampai digantikan paham komunis," terang Yuli.

Karena itu, tandas Yuli, jangan lupakan sejarah. "Sejarah yang benar. Jangan sampai salah lihat atau salah baca. Intinya satu, agar Pancasila tetap hidup di Indonesia," tegasnya.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini berlangsung lancar dan hikmat meski diikuti personil yang terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena digelar di tengah pandemi COVID-19. Mengusung tema 'Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila', upacara ini diikuti unsur TNI/Polri, PNS, dan Satpol PP. (fat/fat)