Potret Wisuda Terakhir 6 Orang, RS Darurat Bangkalan Kini Zero Pasien COVID

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 08:58 WIB
rs darurat lapangan bangkalan
6 Pasien COVID-19 wisuda terakhir di RS Darurat Bangkalan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Keberhasilan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya dengan nol pasien juga diikuti RS Darurat Lapangan Bangkalan (RSDLB). Per kemarin (30/9) RSDL Bangkalan sudah zero pasien.

Sebanyak 6 pasien terakhir telah diwisuda. Wisuda di sini berarti hasil swab PCR 6 pasien tersebut negatif dan diperbolehkan pulang.

Dokter umum yang bertugas, dr Yussika Fernanda menyatakan kegembiraanya. Dia mengatakan para nakes dan relawan yang bertugas selama 3 bulan merasa cukup terkesan dan bangga dengan pengalaman menangani pasien COVID-19. Apa lagi bisa mewisuda enam pasien terakhir.

"Alhamdulillah, kondisi BOR di RSD Lapangan Bangkalan per hari ini menyentuh angka 0%, yang artinya tidak ada pasien yang sedang dirawat. Puji Syukur dan bahagia melihat kondisi saat ini, mudah-mudahan momentum ini menjadi titik terang berakhirnya pandemi COVID-19 di Indonesia," kata dr Sika, sapaan akrabnya di Surabaya, Jumat (1/10/2021).

Sementara itu, RSDLB tercatat telah menyembuhkan 788 pasien selama 3 bulan ini. Dengan zero pasien, memberikan kesempatan semua personel RSDLB untuk relaksasi, rehat sejenak dan mempersiapkan diri untuk refresh kembali.

Tak Hanya RSLI, RS Darurat Lapangan Bangkalan Kini juga Zero PasienRS Darurat Lapangan Bangkalan disterilisasi/ Foto: Istimewa

Tak hanya itu, para nakes juga akan update dan kembali meningkatkan kapasitas sesuai profesi dan bidang masing-masing. Lalu untuk sarana dan prasarana juga direview kembali, diperiksa serta dilakukan pembenahan dan perbaikan.

Untuk kemungkinan naiknya kasus COVID-19, Sika menyebut memang tak diharapkan. Namun hal ini perlu tetap diantisipasi menghadapi kondisi terburuk. Termasuk para nakes yang pada kondisi rehat ini tetap mempersiapkan diri, tetap siaga dan tanggap.

Sika berharap hal ini tidak terjadi. Untuk itu, dia mengajak masyarakat mencegah lonjakan kasus melalui konsistensi menjalankan protokol kesehatan 6M serta mendorong dan mendukung stakeholder terkait untuk tetap menjalankan 3T selama pandemi belum dinyatakan selesai.

"Kepada masyarakat diharapkan kita tetap waspada, jangan lengah menerapkan prokes," harap Sika.

(hil/fat)