Wapres Minta Khofifah dan 5 Bupati di Jatim Tancap Gas Atasi Kemiskinan Ekstrem

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 14:10 WIB
wapres maruf amin
Ma'ruf Amin meminta Khofifah dan 5 Bupati tancap gas entas kemiskinan ekstrem (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menggelar rapat koordinasi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dalam rakor, Ma'ruf meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan lima bupati tancap gas atasi kemiskinan esktrem.

Rakor ini juga diikuti perwakilan bupati dari lima kabupaten/kota yang ditunjuk menjadi pilot project atau percontohan program nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Kelima kabupaten tersebut yakni Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro, dan Lamongan.

Dalam sambutannya, Ma'ruf meminta Gubernur dan kelima Bupati bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan semua program. Baik program pengurangan beban pengeluaran masyarakat, hibgga program pemberdayaan masyarakat.

Gubernur dan para Bupati diminta memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing. Khususnya yang terkait dengan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Ma'ruf berpesan agar dunia usaha juga dapat berpartisipasi dalam pengurangan kemiskinan ekstrem. Salah satunya dengan mendorong konvergensi program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggunakan pendekatan dan sasaran yang sama dengan program pemerintah.

"Dari pertemuan saya sudah memperoleh gambaran dan langkah-langkah intervensi apa yang kami lakukan di kabupaten," kata Ma'ruf di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis (30/9/2021).

Di kesempatan ini, Ma'ruf juga mengapresiasi inisiatif Pemprov Jatim dan Pemkab dalam upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem. Terutama beberapa program-program yang telah dilaksanakan, seperti Program Jatim Puspa, Pemberdayaan BumDes, Desa Berdaya, hingga PKH Plus.

Namun demikian, Ma'ruf mengingatkan tetap diperlukan kerja ekstra keras untuk memastikan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan pada akhir tahun 2024.

Mantan Ketua MUI ini meminta Khofifah dan lima bupati segera menentukan lokus prioritas, memfokuskan sumberdaya dan mendorong percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem.

"Dari pertemuan yang kami dengarkan tadi semua optimis kabupaten bisa menyelesaikan kemiskinan ekstremnya," pungkas Ma'ruf.

(hil/iwd)