Khofifah Minta Warga Waspada Gelombang 3 Meski COVID-19 di Jatim Melandai

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 09:49 WIB
71,05% Daerah Jatim Masuk Level 1, Khofifah: Mohon Tetap Waspada!
Foto: Dok. Pemprov Jatim
Surabaya -

Situasi COVID-19 di Jawa Timur kian melandai. Ada 27 dari 38 kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1 sesuai asesmen COVID-19 dari Kemenkes RI.

Kendati demikian, Gubernur Khofifah Indar Parawansa berpesan agar seluruh elemen di Jatim tak lengah hingga abai protokol kesehatan. Khofifah meminta untuk mewaspadai adanya gelombang ketiga COVID-19.

"Kita harus tetap waspada karena saat ini beberapa negara tetangga kita sedang berjuang menghadapi gelombang ketiga. Kedisiplinan terhadap prokes dan gotong royong untuk percepatan vaksinasi insyaallah mampu mencegah terjadinya gelombang tiga kenaikan COVID-19 di Jawa Timur," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (28/9/2021).

"Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, patuh terhadap prokes, bekerjasama dan bersinergi serta diikuti doa bersama mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI, Pemkab/Pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim," tambahnya.

Khofifah menambahkan kasus COVID-19 di Jatim kian melandai. Hal ini dilihat dari 6 parameter pada level asesmen yang dilakukan Kemenkes RI. Di antaranya, kasus konfirmasi, rawat inap RS, kematian, testing, tracing dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Dari keenam parameter, Jatim memenuhi standar. Baik dari standart WHO maupun Kemenkes RI. Misalnya, kasus konfirmasi berada pada level 1 dengan angka 4,09 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka ini jauh di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu.

Lalu, Rawat inap RS berada di level 1 dengan angka 0,81 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu kurang dari 5 per 100 ribu penduduk/minggu.

Sedangkan tingkat kematian pada level 1 mencapai 0,34/100 ribu penduduk/minggu di bawah ketentuan Kemenkes RI yaitu kurang dari 1/100 ribu penduduk/minggu.

Begitu pula dari segi tracing, testing dan treatment, dinilai memadai sesuai hasil asesmen Kemenkes RI. Untuk testing, jumlah tes PCR di Jatim sudah sesuai standar WHO lebih dari 40.479 test/minggu.

Berdasarkan data.covid19.go.id per 22 September 2021, seminggu terakhir berada di sekitar angka 160.000 test/minggu. Sehingga positivity rate Jatim kembali mengalami penurunan berada di angka 0,98%. Angka ini memenuhi standart WHO di bawah 5%/ minggu.

Sementara untuk tracing, Jatim mencapai 19,25 rasio kontak erat per kasus konfirmasi/minggu. Hal ini menunjukkan tracing ratio Jatim mampu menembus standar Kemenkes RI, di mana standar Kemenkes RI yaitu 15 kasus ditracing per 1 kasus.

Untuk treatment di Jatim, jika dilihat dari tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS sudah mencapai 8,73% per minggu. Artinya BOR di Jatim ini sudah berada jauh di bawah standar WHO yaitu di bawah 60%.

"Alhamdulillah tracing ratio Jatim kini sudah melebihi standar Kemenkes, Artinya kini tiap kasus positif yang ditemukan di Jatim telah ditracing dan ditemukan 19 kontak eratnya untuk dites dan diisolasi, sehingga penularan menurun dan positivity rate di bawah 1 yaitu 0,98% per minggu. Begitu juga untuk BORnya, mencapai 8,73%/minggu di bawah standar WHO," pungkas Khofifah.

Simak video '4 Manuver Pemerintah Cegah Gelombang 3 Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)