Penyiram Minyak Panas ke Ibu dan Anak Penjual Jadah di Bawah Pengaruh Miras

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 20:45 WIB
Apes, Pedagang Jadah Goreng Disiram Minyak Panas Preman yang Halu
Penyiram minyak panas/Foto: Istimewa (Dok Polres Blitar)
Blitar -

Ibu penjual jadah goreng dan anaknya disiram minyak panas oleh preman. Pelaku ternyata di bawah pengaruh pengaruh minuman keras (Miras) dan seorang residivis.

Kapolsek Wlingi, AKP Mulyanto mengatakan, pelaku, PR, sudah diamankan di Mapolsek Wlingi. Di depan polisi, PR mengaku melihat orang membawa parang dan mengancam akan menyerangnya. Namun dari mulutnya keluar bau miras yang sangat tajam.

"Menurut keterangan pelaku, dia merasa ada orang yang membawa parang dan mengancam pelaku. Sehingga pelaku tanpa banyak ngomong langsung menyiramkan minyak goreng ke orang yang dimaksud. Ternyata hanya bayangan pelaku saja sehingga mengenai korban. Pelaku mabuk miras," jawab Kapolsek Wlingi, AKP Mulyanto dikonfirmasi, Minggu (26/9/2021).

Informasi yang dihimpun, PR selama ini memang dikenal sebagai preman Stasiun Wlingi. Pelaku juga residivis kasus pemalakan, yang sempat mendekam di balik jeruji besi. Dalam keseharian, pria yang tubuhnya dipenuhi tato dan akrab dipanggil Jeber itu selalu dalam kondisi mabuk miras.

Peristiwa ibu dan anak disiram minyak panas itu terjadi Sabtu (25/9) sekitar pukul 19.15 WIB di warung milik korban Jalan Raya Beru Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Saat kejadian, kedua korban baru saja menggoreng jadah.

Tiba-tiba pelaku PR (45) datang ingin meminjam sepeda motor milik korban. Karena sibuk melayani pembeli, korbanpun tanpa banyak bertanya langsung menyerahkan kunci sepeda motornya.

"Tiba-tiba Jeber (PR) mengambil wajan yang berisi minyak panas, lalu disiram ke tubuh anak dan istri saya. Mereka teriak kesakitan. Saya pas di luar tenda lari masuk lalu teriak minta tolong ke warga sekitar," beber Rendy di hadapan polisi.

Mendengar Rendy berteriak minta tolong, warga sekitar meringkus PR. Massa sempat menghakimi pelaku dengan pukulan bertubi-tubi, sebelum akhirnya seorang petugas kepolisian yang sedang patroli berhasil mengamankan dari amukan massa.

(fat/fat)