Dosen Unesa Rancang Mesin Otomatis Produksi Kopi Ledug-Kembangkan Wisata Edukasi

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 14:33 WIB
Dosen Unesa Rancang Mesin Otomatis Produksi Kopi Ledug
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil biji kopi terbanyak di dunia. Salah satu kopi khas tanah air yakni Kopi Ledug yang dibudidayakan dan diproduksi Gapoktan Mitra Karya Tani di daerah lembah, kawasan Ledug, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Meski sudah dikenal luas lewat promosi dan festival kopi internasional, Mitra Karya Tani masih mengalami beberapa kendala, baik dalam proses produksi maupun promosi. Dari sisi produksi, sebagian biji kopi mengalami kerusakan akibat proses penggorengan yang tidak merata dan pendinginan yang masih manual. Jumlah kerusakannya pun lumayan, yakni bisa 5-6 kg per hari. Jika dirupiahkan, biji kopi yang rusak berkisar Rp 600-700 ribu.

Untuk membantu Mitra Karya Tani, dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri dari Setya Chendra Wibawa SPd MT, Dwiarko Nugrohoseno SPsi MM dan Dyah Riandadari ST MT lewat Program Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Anggaran 2021 menawarkan solusi dalam bentuk rancang bangun teknologi tepat guna (TTG).

Yakni berupa pengembangan mesin pendingin biji kopi untuk standarisasi kualitas dan meminimalisir kerusakan hasil penggorengan serta pendinginan.

"Mesin tempering ini memiliki beberapa kelebihan, yakni proses pendinginan biji kopi lebih cepat yakni hanya sekitar 45 menit dari sebelumnya 75 menit. Mesin itu memiliki kapasitas sekitar 280 kg, kapasitas sebelumnya sekitar 100-125 kg. Tentu mesin ini sudah otomatis menggantikan sistem pendinginan yang sebelumnya masih manual. Perlatan dan mesin sudah diserahkan kepada ketua Gapoktan Mitra Karya Tani, Widi Prayitno," kata Ketua PKM Setya Chendra Wibawa, Minggu (26/9/2021).

Sementara dari sisi manajemen pemasaran, upaya mitra juga belum optimal dan cenderung berbasis informasi dari mulut ke mulut. Oleh sebab itu, Unesa merancang bangun, memberi pelatihan dan pendampingan sistem dan media pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti website dan media sosial.

Simak juga 'Wujud Insinerator Jepang yang Dikembangkan Pemkot Bandung-UPI':

[Gambas:Video 20detik]