Apa yang Terjadi Jika Ada Tambahan KK di Dusun Karang Kenik Situbondo?

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 13:47 WIB
dusun di situbondo ini hanya 26 kk
Dusun di Situbondo (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Situbondo -

Dusun Karang Kenik di Situbondo hanya memiliki KK sebanyak 26. Jika jumlahnya bertambah, selalu saja ada gangguan. Misalnya ada yang meninggal. Saat dipikir logika, tidak masuk akal dan tidak ada hubungan sama sekali. Namun begitulah mitos yang tersebar di dusun tersebut.

Ada beberapa gangguan yang nyata. Mulai meninggal dunia, sakit, bahkan pindah ke luar daerah untuk bermacam alasan. Sehingga KK-nya tetap 26.

"Memang tak dapat dibuktikan secara ilmiah. Tapi kejadian itu fakta. Warga masih mempercayai," terang salah seorang warga dusun, Ipung, saat berbincang dengan detikcom di rumahnya, Minggu (26/9/2021).

Kejadian ada yang meninggal saat ada tambahan KK disebut memang berlangsung sejak dulu. Dirinya juga mendapat cerita tersebut secara turun temurun, dari kakek buyutnya.

"Yang saya ingat dan saya lihat sendiri sejak kecil, ada beberapa kejadian," terangnya.

dusun di situbondo ini hanya 26 kkDusun di Situbondo ini hanya 26 KK/ Foto: Chuk Shatu Widarsha

Baca juga: Warga Kampung BerKK-26 Situbondo Ini Masih Pilih Ketua Adat Hormati Leluhur

Kendati dia tak berani memastikan, apakah kejadian itu terjadi secara kebetulan atau memang ada sangkut pautnya dengan mitos KK-26, namun itu fakta yang dialami warga.

"Tapi kalau warga sini mempercayai itu. Makanya, saat ada kejadian-kejadian janggal seperti itu, warga biasanya mohon petunjuk pada ketua adat," terang Ipung.

Jika misalnya ada yang baru menikah, biasanya ketua adat memberi saran dan solusi. Diberi pilihan. Tidak di dusun itu atau KK ikut orang tua dulu. Bisa pula keluar dusun. Yang penting tidak ber-KK Karang Kenik.

Sebelumnya dusun di Situbondo, yakni Dusun Karang Kenik, Desa Olean, terbilang unik dan menarik. Sebab, Kepala Keluarga (KK)-nya terbatas hanya 26. Makanya, lantas sering disebut dusun KK-26.

Jumlah itu sebenarnya bukan diatur harus 26 KK. Tapi secara kebetulan. Tapi kalaupun suatu ketika ada tambahan KK baru, biasanya ada saja gangguan. Misalnya tetiba ada yang meninggal, sakit, atau pindah dengan sendiriya ke luar daerah.

Simak juga 'Setop Sebut Rumah Kami Kampung Janda':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)