Sesak Nafas Belum Tentu COVID-19, Kenali Tipe Jenis dan Gejalanya

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 09:06 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

Sesak Nafas Kronis

Sesak nafas kronis yakni ketika pasien mengalami sesak napas dengan durasi yang lama. Bisa jadi sesaknya terasa lama, sudah lebih dari dua minggu.

"Sesak nafas kronis juga dapat menjadi salah satu gejala yang masih mungkin dialami pasien long COVID-19. Kondisi tersebut dapat bertahan dalam kurun waktu 1-3 bulan, namun lambat laun akan semakin berkurang dan membaik. Pasien sesak kronis dapat terganggu aktivitasnya. Jadi aktivitasnya dapat terganggu oleh sesak nafasnya, terutama aktivitas yang berat," jelasnya.

Terkait cara mengatasi sesak kronis, pasien dapat membatasi aktivitas yang memerlukan tenaga ekstra. Seperti mengangkat atau memindahkan benda berat, mencuci dengan tangan, menaiki tangga, serta berjalan kaki beberapa kilometer. Selain itu, obat dokter juga merupakan solusi.

"Penggunaan obat-obatan sesuai saran dokter dapat membantu mengurangi sesak kronis, juga sesak akut yang timbul tiba-tiba. Pasien juga dapat melakukan rehabilitasi pernapfasan untuk mengurangi sesak napfas. Kadang pasien masih membutuhkan penggunaan oksigen saat di rumah," ujarnya.

Sesak Nafas Hilang-Timbul

Kemudian ada tipe sesak yang hilang-timbul, atau intermitten. Munculnya sesak yakni pada frekuensi atau waktu tertentu. Misalkan pada pasien asma, muncul sesak pada pagi hari dan sembuh pada siang hari, bahkan tanpa obat tertentu.

"Terdapat berbagai macam faktor pemicu sesak napfas ini. Faktor tersebut yakni contohnya alergi ketika seseorang terkena hujan, makanan, ataupun debu yang kemudian memicu timbulnya sesak," kata dokter yang menjadi sekretaris satuan tugas (sSatgas) COVID-19 RSUA tahun 2020 tersebut.

Sesak Napfas Persisten dan Progresif

Selain itu, terdapat pula tipe sesak napas yang bersifat konsisten dan progresif. Perbedaan keduanya terletak pada progress terjadinya sesak.

"Persisten itu artinya menetap. Jadi sesaknya tetap, tidak berkurang. Sementara sesak nafas progresif yakni sesak yang seiring waktu dapat bertambah berat. Biasanya terjadi pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Faktor utamanya adalah asap rokok," pungkasnya.


(fat/fat)