Kasus Korupsi Bupati Probolinggo, KPK Geledah Rumah Kadis Mal Pelayanan Publik

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 14:53 WIB
kpk datangi rumah kepala dinas mal pelayanan publik probolinggo
Rumah Kepala Dinas Mal Pelayanan Publik yang digeledah KPK (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Rumah Kepala Dinas Mal Pelayanan Publik (MPP) Probolinggo, Kristiana Ruliani, digeledah KPK. Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas MPP, Kristiana menjabat sebagai Camat Leces.

KPK mendatangi rumah di Perum Kalirejo Blok B, Dringu, Probolinggo, itu sekitar pukul 09.30 WIB. KPK datang menggunakan 3 mobil dan setiba di lokasi 4 petugasnya langsung masuk ke rumah.

4 penyidik KPK saat melakukan penggeledahan didampingi Bambang, suami Kristina, dan juga didampingi petugas keamanan Perum Kalirejo. Petugas juga menggeledah mobil dinas Toyota Fortuner berpelat merah yang digunakan Kristina. Petugas KPK keluar atau usai melakukan penggeledahan sekitar pukul 13:30 WIB. Sebelum keluar, petugas KPK mendatangi warga yang melihat dan mengambil foto. Petugas kemudian meminta warga menghapus foto dan dan video yang telah mereka ambil.

Saat keluar, petugas KPK membawa 1 koper. Belum diketahui isi di dalam koper yang dibawa dari rumah Kristina. Kristina sendiri tidak ada saat KPK melakukan penggeledahan di MPP kemarin.

Pahing (42), petugas keamanan Perumahan Kalirejo yang diajak mendampingi saat penggeledahan mengatakan awalnya saat itu hanya ada suami Kristina. Dan tak lama kemudian Kristina muncul dan menyaksikan proses penggeledahan.

"Diajak menyaksikan proses penggeledahan oleh 4 penyidik KPK bersama suami Kadis MPP. Saat itu Kristiana sedang keluar dan selang beberapa menit datang dan ikut melihat proses penggeledahan," ujar Pahing.

Mobil KPK keluar ke arah timur menuju Kota Kraksaan, belum tahu rumah pejabat Pemkab siapa lagi yang akan digeledah oleh petugas anti rasuah tersebut.

KPK terus mengembangkan dan terus mencari barang bukti kasu kasus jual beli jabatan Pj Kades yang dilakukan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo dan suaminya Hasan Aminudin. Mereka telah ditetapkan jadi tersangka bersama 20 ASN pemberi suap.

(iwd/iwd)