Vaksinasi di Banyuwangi Juga Sasar Wisatawan Demi Percepatan Herd Immunity

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:33 WIB
vaksinasi wisatawan pantai asmara banyuwangi
Vaksinasi wisatawan Pantai Asmara Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Satgas COVID-19 Banyuwangi terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi secara massal. Tak hanya masyarakat biasa, Satgas COVID-19 Banyuwangi juga melakukan vaksinasi COVID-19 kepada wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan untuk menciptakan kekebalan bersama (herd immunity), maka 70 persen dari total penduduk di Banyuwangi harus mendapatkan vaksinasi.

Yuli memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi melakukan vaksinasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Tentu kolaborasi ini dilakukan untuk upaya penanganan COVID-19 di Banyuwangi. Dua Dinas bersama dengan Satgas COVID-19 Banyuwangi melakukan vaksinasi di tempat wisata," ujarnya kepada detikcom, Jumat (24/9/2021).

Yuli mencontohkan pelaksanaan vaksinasi di Pantai Asmara, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta diberikan tempat antrean yang berjarak dan tertib bermasker. Karena lokasinya di luar ruangan, baik wisatawan maupun vaksinator bisa memiliki kenyamanan tersendiri.

"Terus kita lakukan dengan gencar. Namun juga ada syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai jadwal vaksin dan keterbatasan stok vaksinasi," pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M.Y Bramuda mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi di wisata ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Dalam hal ini adalah Puskesmas di lokasi sekitar wisata. Selain itu, kegiatan juga menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di masing-masing destinasi wisata.

"Saat ini Pemkab bersama teman-teman pengelola wisata berkomitmen agar Banyuwangi segera mencapai herd immunity. Maka, vaksinasi di destinasi wisata juga masif dilakukan. Karena sejatinya tempat wisata adalah tempat yang cocok bagi masyarakat yang belum divaksin. Sejuk, di ruang bebas dan langsung menghirup udara segar. Setelah selesai vaksin, sudah bisa langsung berwisata," kata Bramuda.

Soal strategi membangkitkan ekonomi wisata, menurut Bramuda konsep yang diusung Dinas Pariwisata Banyuwangi saat ini bukanlah full tourism. Dirinya mewajibkan seluruh destinasi wisata untuk mengedepankan kualitas dibandingkan kapasitas.

"Tidak lagi full tourism, tetapi konsepnya kualitas tourism bukannya kuantitas. Jadi tidak bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya," kata Bramuda.

Untuk mencapai kuantitas tourism ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menekankan agar pengelola wisata memberlakukan penerapan protokol 5M yang super ketat. Selain itu, pengelola wisata wajib mengkampanyekan agar masyarakat mau melakukan vaksinasi sampai tuntas serta mentaati aturan-aturan penanggulangan wabah COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan jika vaksinasi di tempat wisata ini sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Ini merupakan salah satu cara percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi.

"Untuk detailnya langsung ditangani oleh Pukesmas dan Satgas Kecamatan dan Desa," kata dr Rio.

Dia mencontohkan, pelaksanaan vaksinasi di Pantai Asmara. Seluruh peserta diberikan tempat antrean yang berjarak dan tertib bermasker. Karena lokasinya diluar ruangan, baik wisatawan maupun vaksinator bisa memiliki kenyamanan tersendiri.

"Itu bagus banget pelaksanaannya. Sasaran vaksinasi maupun tenaga vaksinator-nya bisa nyaman karena lokasinya di tempat terbuka dan sejuk," pungkasnya.

(iwd/iwd)