RSLI Surabaya Bantu TKI COVID-19 Melahirkan untuk Pertama Kalinya

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 19:08 WIB
Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Lapangan Lahirkan Bayi Laki-laki
RSLI Surabaya bantu proses kelahiran pasien COVID-19/Foto: Istimewa (Dok RS Lapangan Indrapura)
Surabaya -

Pertama kalinya, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya membantu pasien positif COVID-19 melahirkan. Pasien tersebut seorang TKI dari Malaysia dan dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya.

Wanita berusia 37 tahun itu melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2.500 gram dan panjang 48 cm. Dibantu dr Muhammad Ainul Rohman Firmansya saat persalinan, wanita asal Pamekasan, Madura, ini melahirkan normal pukul 20.20 WIB, Senin (20/9/2021).

"Pasien sudah merasakan nyeri sejak pagi setelah senam, tapi dikira sakit perut biasa dan tidak lapor ke medis. Pasien juga mengungkapkan bahwa ini merupakan kehamilan kedua, di mana pada kehamilan pertama kelahirannya melalui operasi caesar, karena panggulnya sempit," kata dokter Ainul di RSLI, Selasa (21/9/2021).

Ainul menjelaskan sebelum melahirkan, si pasien ketubannya pecah. Pihaknya pun menghubungi perawat untuk pemeriksaan Denyut Jantung Banyi (DJB).

"Saat mau pemeriksaan dalam (DJB) ternyata sudah kelihatan kepalanya (Kepala bayi). Lalu tim medis mempersiapkan partus set dan infus buat ibu melahirkan. Tepat pukul 20.20 WIB, bayi lahir dengan selamat. Plasentanya lahir lengkap dan dalam proses persalinan, bayi sempat diberikan kumandang adzan oleh salah satu perawat," bebernya.

"Selanjutnya dilakukan observasi selama dua jam untuk monitoring perdarahan, kontraksi perut, dan tanda-tanda vital pada ibu dan janin. Semua dipastikan sesuai dengan ketentuan penanganan persalinan sehingga baik ibu maupun bayinya dipastikan sehat dan aman," sambungnya.

Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama Dr Ahmad Samsulhadi MARS menyatakan kegembiraannya atas proses persalinan perdana yang berhasil ditangani dengan baik. Apalagi si wanita melahirkan dalam kondisi sehat.

"1,5 Tahun RSLI beroperasi, memang telah banyak menangani beragam kondisi pasien, namun baru kali ini proses persalinan ditangani dengan baik di RSLI. Ini merupakan kejadian langka tapi tetap perlu disyukuri," jelas Samsulhadi.

Dia mengaku mengambil semua kebijakan agar kebutuhan bayi dan ibu bayi terpenuhi selama mendapat perawatan.

"Saya meminta agar seluruh kebutuhan bayi dan ibunya pasca persalinan dapat dipenuhi oleh RSLI dibantu relawan pendamping program keluarga atau pasien COVID-19 RSLI," tambahnya.

(fat/fat)