BOR RS Turun di Tengah Kasus COVID-19 Jatim Landai, Namun 3T Dimasifkan

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 14:30 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jawa Timur kian melandai. Hal ini diikuti Bed Occupancy Rate (BOR) yang menurun. Sedangkan testing, tracing dan treatment kian masif dilakukan.

Tak hanya itu, Jatim juga telah terbebas dari level 3 dan level 4 berdasarkan assesmen situasi COVID-19 dari Kemenkes RI. Kini, ada 19 kabupaten/kota dengan level 1 dan 19 wilayah masuk level 2.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut asesmen ini berdasarkan enam parameter. Yakni Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment. Dari keenam parameter,semuanya memenuhi standar WHO maupun Kemenkes RI.

Misalnya saja kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka ini di bawah standar Kemenkes RI yakni di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu.

Sedangkan rawat inap RS berada di level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu kurang dari 5 per 100 ribu penduduk/minggu.

Untuk tingkat kematian juga di level 1. Di mana tingkat kematian mencapai 0,42/100 ribu penduduk/minggu. Jumlah ini di bawah ketentuan Kemenkes RI yaitu kurang dari 1/100 ribu penduduk/minggu.

Begitu pula dari tracing, testing dan treatment, Jatim dinilai memadai sesuai hasil asesmen Kemenkes RI. Untuk testing, jumlah tes PCR di Jatim sudah sesuai standar WHO lebih dari 40.479 test/ minggu). Berdasarkan data.covid19.go.id per 19 September 2021, testing seminggu terakhir di angka 147.912 test/minggu.