Jatim Satu-satunya Provinsi Masuk Level 1, Ini Harapan Gubernur Khofifah

Adhar Muttaqin - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 19:51 WIB
khofifah pantau vaksinasi di tulungagung
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh komponen bergotong-royong mempertahankan level 1 yang telah dicapai Jawa Timur. Sebab, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang masuk level satu merupakan hasil kerjasama lintas sektor.

Kerjasama penanggulangan pandemi secara pentahelix atau multipihak dinilai cukup efektif. Menurutnya terdapat lima komponen penting yang ikut berperan mempercepat penurunan kasus COVID-19 adalah sektor pemerintah, swasta, perguruan tinggi hingga media massa.

"Karena dari kekompakan, kegotongroyongan sinergi dan doa kita semua, Alhamdulillah menurut asesmen Kementerian Kesehatan, yaitu standart WHO, dari 34 provinsi di Indonesia yang sudah tembus level 1 baru Jawa Timur," kata Khofifah di sela memantau vaksinasi di Jatim yang digelar Ikatan Sarjana Nadlatul Ulama (ISNU) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Sabtu (18/9/2021).

Ia berharap, meskipun Jatim telah turun ke level satu, seluruh komponen masyarakat tidak lengah dan tetap waspada, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Di sisi lain pemerintah akan terus menggenjot program vaksinasi ke berbagai lini masyarakat.

Jika Jawa Timur bisa terus mempertahankan level 1, maka berbagai kegiatan yang melibatkan interaksi masyarakat akan mulai digelar, dengan catatan sesuai dengan mekanisme yang telah diatur.

"Pembelajaran tatap muka bisa kita percepat dan yang sekarang sudah dibuka, bisa ditingkatkan lagi," ujarnya.

Bahkan, kata Khofifah, sejumlah sektor pariwisata, ekonomi dan berbagai kegiatan masyarakat yang lain, juga bisa mulai diaktifkan lagi secara bertahap, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Interaksi masyarakat memungkinkan untuk bisa dimulai bertahap terbatas, sesuai dengan regulasi yang ada di inmendagri," imbuhnya.

Gubernur menambahkan, dengan kondiai kasus COVID-19 yang semakin melandai dan terkendali, maka sektor pekonomian juga akan mengalami kebangkitan dan pertumbuhan.

Sementara Ketua ISNU Tulungagung Mohammad Rifa'i mengatakan, program vaksinasi COVID-19 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah ini ISNU Jatim menyediakan 5.000 dosis vaksin Sinovac. "Sasaranya adalah berbagai komponen masyarakat, termasuk para mahasiswa," kata Rifa'i.

Untuk menyuntikkan 5.000 dosis tersebut pihaknya bekerja sama dengan 20 tim vaksinator dari berbagai puskesmas dan rumah sakit yang ada di Tulungagung. "Alhamdulillah semua kegiatan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Di sisi lain Rektor UIN Tulungagung, Maftukhin, mengatakan saat jumlah mahasiswanya yang telah mendapatkan suntikan vaksin baru mencapai 600 orang. "Sehingga masih kurang 20 ribu mahasiswa yang belum divaksin. Soal waktunya kapan, monggo kami serahkan ke Gubernur Jawa Timur," kata Maftukhin.

Ia berharap, puluhan ribu mahasiswa UIN Tulungagung bisa segera dilakukan vaksinasi, sehingga akan mendukung program perkuliahan tatap muka yang rencana akan mulai digelar 4 Oktober mendatang.

(fat/fat)