Satgas COVID-19 Banyuwangi Pelototi Obyek Wisata Agar Patuhi Prokes

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 18:08 WIB
pariwisata banyuwangi
Petugas memberi masker kepada pengunjung (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi telah dibuka seiring ditetapkannya status PPKM Level 2 di Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa ini. Satgas COVID-19 Banyuwangi memantau langsung kegiatan destinasi wisata yang telah dibuka, apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan atau belum.

Meski sudah ada aturan ketat yang diberlakukan terhadap pengelola destinasi wisata maupun wisatawan yang datang berkunjung, namun tidak menutup kemungkinan masih adanya pihak-pihak yang nakal dan melanggar aturan tersebut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas COVID-19 Banyuwangi telah menginstruksikan Satgas di tingkat kecamatan hingga desa untuk turut mengawasi destinasi wisata di wilayahnya. Aturan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 harus benar-benar dilaksanakan baik oleh pengelola wisata maupun wisatawan yang datang.

"Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Satgas COVID-19 Desa kita minta agar benar-benar mengecek serta mengawasi destinasi wisata di wilayahnya, agar benar-benar melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan," kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu kepada detikcom, Jumat (17/9/ 2021).

"(Aturan) ini penting untuk dilakukan. Jangan sampai dibukanya kran pariwisata justru menjadi boomerang gegara banyak pengelola wisata maupun wisatawan yang melanggar aturan protokol kesehatan. Kita tidak ingin terjadi gelombang ketiga COVID-19 di Banyuwangi," tegasnya.

Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol (inf) Yuli EKo Purwanto mengatakan, ada beberapa aturan yang diberlakukan bagi wisatawan selama PPKM Level 2 ini.

Di antaranya pelaku dan pengunjung destinasi wisata harus sudah vaksin, dengan menjadikan aplikasi PeduliLindungi sebagai basis penataan pengunjung. Petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengontrol penuh aplikasi PeduliLindungi, sebagai syarat masuk destinasi wisata.

"Kita semua bersyukur, tapi jangan lengah. Kalau nanti melonjak lagi, kita semua yang susah karena berpotensi ditutup lagi," kata Yuli.

"Saat ini di banyak negara muncul tren wisata balas dendam, revenge tourism, setelah sekian lama orang kesulitan berwisata. Akhirnya semua membeludak tak terkendali. Kita tetap harus disiplin," imbuhnya.

Untuk itulah, Yuli mengimbau semua pihak agar bersama-sama menjaga status Level 2 Banyuwangi ini sehingga sektor pariwisata bisa kembali bangkit dan menjadi penopang perekonomian masyarakat.

"Mari kita jaga bersama. Jangan sampai kita kembali lagi ke Level 3 apalagi 4, karena nantinya bisa berdampak pada ditutupnya wisata kembali. Dibutuhkan komitmen dan kesadaran bersama untuk mematuhi semua persyaratan yang telah ditentukan," tegasnya.

(iwd/iwd)