Masih Tersisa 1 Wilayah Zona Oranye, Jawa Timur Didominasi Zona Kuning

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 09:52 WIB
37 Dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Zona Kuning
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Penanganan COVID-19 di Jatim terus menunjukkan tren penurunan. Sebanyak 97,37% atau 37 dari 38 kabupaten/kota di Jatim telah menjadi zona kuning atau berisiko rendah dalam penyebaran COVID-19.

Kini, tersisa satu wilayah yang berada di zona oranye atau berisiko sedang. Satu daerah dengan zona oranye di Jatim yakni Kota Blitar.

Data ini diperoleh dari Satgas COVID-19 Nasional per 15 September 2021. Zonasi peta risiko COVID-19 ini juga dapat diakses di https://covid19.go.id/peta-risiko.

"Alhamdulillah, 97,37% daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas COVID-19 Nasional masuk risiko rendah atau zona kuning," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (16/9/2021).

Menurut Khofifah, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi suatu hal yang penting. Karena perkembangan zonasi peta risiko COVID-19, menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan.

Baca juga: Kabar Baik, 37 Dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Zona Kuning

Terlebih, adanya pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhir, telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktivitas masyarakat di hampir seluruh sektor. Apalagi, masih diberlakukan PPKM berlevel di Jatim.

"Setiap kebijakan ataupun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta zonasi peta risiko sebuah daerah, selain posisi levelnya," kata Khofifah.

Di kesempatan ini, Khofifah berterima kasih atas kerja keras dari seluruh pihak, melalui peran aktifnya dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 di Jatim.

"Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, bersinergi dan berjuang bersama mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI-Polri, Pemkab/Pemko, nakes, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim," tambah Khofifah.

Simak juga 'Kini Tidak Ada Provinsi yang Menerapkan PPKM Level 4':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)