Selain Sampah, Genangan di Surabaya Terjadi Karena Bangunan Liar

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 16:09 WIB
Plt Kepala DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin
Plt Kepala DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Hujan yang cukup lama pada Selasa (14/9) malam di Kota Surabaya menimbulkan genangan di beberapa wilayah, seperti Ketintang Madya, Margorejo, Ciliwung, hingga Kodam. Genangan itu terjadi selain karena tumpukan sampah, juga disebabkan oleh bangunan liar (Bangli).

"Tadi pagi saya sempat melihat di daerah Ketintang Madya semalam kan sempat ada genangan. Semua saluran itu kan nembus, tapi ada banglinya," kata Plt Kepala DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin kepada detikcom di Taman Surya, Rabu (15/9/2021).

Anna menjelaskan jika di atas saluran terdapat bangli, maka akan menghambat kelancaran air. Padalal, di saluran-saluran sudah dipasangi box culvert agar arus airnya kuat dan lancar.

"Kalau sudah ketutupan bangunan kita tidak bisa apa-apa. Saya juga sudah sampaikan ke Satpol PP dan sudah diketahui permasalahannya. salah satunya bangli di Gayungan," ujarnya.

"Kalau mau lancar ya harus hilang banglinya. Ini salah satu PRnya," tambah Anna.

Anna menjelaskan di Ketintang belakang Kampus Unesa, lalu arah ke timur terdapat bangunan rumah di atas saluran. Hal tersebut juga perpotensi pada penumpukan sampah.

"Sebelum ini 2 bulan lalu DKRTH dan Dinas PU sudah ngeruk di situ dan bersihkan sampahnya, sampai masuk ke Unesa. Sudah saya masuki dimana yang cenderung ada genangan," jelasnya.

Pihaknya bersama Dinas PU Bina Marga terus mencari di mana lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan genangan. Termasuk di Ketintang Madya yang semalam tergenang akibat hujan yang cukup lama.

"Di Ketintang Madya itu sudah dibersihkan, digali sudah semua kita lakukan. Sampai di belakang Royal Plaza juga kan itu nyambung di Ketintang Madya, sebelahnya Unesa itu ada banglinya," pungkas Anna.

(iwd/iwd)