6 Peserta Seleksi Guru PPPK di Tulungagung Positif Antigen

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 19:09 WIB
Enam Peserta Seleksi Guru PPPK di Tulungagung Reaktif Antigen
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

6 Peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 di Tulungagung positif swab antigen. Mereka tidak bisa mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bersama peserta lain.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung Trenggalek Solikin mengatakan enam peserta itu harus menunggu jadwal ujian.

"Ada enam yang reaktif, ini nanti akan dilakukan ujian susulan pada hari Jumat tanggal 17 September 2021. Jadi mereka tidak jadi ditempatkan di lokasi terpisah, tapi ada ujian susulan," kata Solikin.

Sementara Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, mengatakan pada seleksi guru PPPK tahun ini terdapat 4.000 lebih guru tidak tetap (GTT) yang ikut berkompetisi untuk memperebutkan 1.300an formasi guru PPPK.

"1.300 itu adalah formasi total untuk guru SD, SMP dan SMA. Kalau khusus kabupaten atau untuk yang SD dan SMP formasinya ada 862 lowongan," kata Maryoto Birowo.

Menurutnya proses SKD dengan metode Computer Assisted Test CAT) tahun ini dilakukan di lima lembaga pendidikan, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Maryoto menjelaskan proses seleksi secara ketat tersebut diharapkan akan mendapatkan pegawai yang mumpuni dan memiliki integritas tinggi. Sehingga mampu memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan di Tulungagung dengan maksimal.

"Apalagi para guru sukarelawan ini sudah memiliki pengalaman mengajar saat melakukan pengabdiannya. Kemudian juga sudah terdaftar di Dapodik" imbuhnya.

Bupati mengaku, pihaknya masih berusaha untuk mengusulkan kembali formasi guru seleksi PPPK untuk seleksi tahun 2022. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan guru SD dan SMP di wilayah Tulungagung.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung Trenggalek Solikin, mengatakan khusus untuk formasi guru jenjang SMA dan SMK di wilayah Tulungagung terdapat 426 lowongan.

Jumlah tersebut dinilai masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan angka kebutuhan guru SMA/SMK di Tulungagung. "Pesertanya ada 900an guru. Sebetulnya ini masih kurang, makanya ini kan bertahap. Semoga nanti bisa diterima semua," kata Solikin.

(fat/fat)