Kedatangan TKI Lewat Juanda Jadi PR Besar, Khofifah Sebut Jatim Super Waspada

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 14:28 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku pihaknya mendapat PR baru untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena, sebagian besar Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang kembali ke kampung halaman tiba melalui Bandara Juanda.

Khofifah mengatakan pihaknya akan super waspada, karena PMI dari 26 provinsi di Indonesia pulang lewat Jatim. Apa lagi saat ini tengah ada kemunculan varian baru Mu. Khofifah menegaskan tidak ada PMI yang bisa lolos pemeriksaan swab PCR.

"Saya secara khusus menyampaikan ke pak panglima TNI dan polri, dan BNPB, ada PR bagi Jawa Timur, kita harus super waspada. Yaitu 26 provinsi, sebagian besar PMI-nya lewat Juanda. Saya selalu pesan layani mereka sebaik-baiknya. Tidak ada di antara mereka yang bebas dari Swab PCR," kata Khofifah di Surabaya, Minggu (12/9/2021).

Khofifah menambahkan PMI yang positif akan menjalani isolasi. Namun, yang hasil swabnya negatif, tetap akan dikarantina. Khofifah menyebut sesuai aturannya, karantina dilakukan selama 8 hari.

"Sebelum dia masuk karantina, pasti insyaallah dia sudah diswab. Kalau positif kemudian dia tidak bergejala maka masuk ke RSLI. Kalau mereka gejala ringan sampai sedang maka ke RS. Format ini hari ini itu memang lebih besar karena karantina yang dulu 5 hari, sekarang 8 hari," tambahnya.

Di kesempatan ini, Khofifah memaparkan setiap harinya ada ratusan PMI yang datang. Otomatis, banyak yang harus dilayani untuk melakukan karantina atau isolasi.

"Kemarin misalnya datang 619 orang. Hari ini datang 350 orang. Kita biasa update data per jam 23.59. kalau mereka itu kemudian 8 hari di 1 titik, pasti akan lebih banyak yang kita layani. Semua tim harus semangat 45," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah juga tengah menyiapkan kantor BPWS sebagai rumah karantina bagi PMI. Dulu, BPWS difungsikan sebagai rumah sakit saat ada kenaikan kasus COVID-19 di Madura.

"Saat ini kita sedang menyiapkan rumah karantina di BPWS untuk bisa memberikan ruang yang 8 hari karantina itu bisa dilayani dengan baik. Jadi pastikan sebelum mereka masuk kamar udah swab PCR," pungkas Khofifah.

(hil/iwd)