Round-up

Cerita Pelajar SMP Korban Pemerkosaan Panik hingga Buang Bayi ke Sumur

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 08:07 WIB
Ibu di Banyuwangi buang bayi yang baru dilahirkan ke sumur. Aksi itu terjadi saat ia menjadi pasien di tempat praktik dr Neni Destriana.
Lokasi ibu membuang bayi di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Pelajar SMP di Banyuwangi buang bayi ke sumur karena panik setelah melahirkan. Ia yang baru berusia 14 tahun merupakan korban pemerkosaan.

Aksi buang bayi itu terjadi di tempat praktik dr Neni Destriana pada Jumat (10/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Tempat praktik dokter umum tersebut berada di Jalan Pondok Nongko, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.

Neni membenarkan pembuangan bayi itu terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV, tampak pasien yang masih belia itu masuk ke kamar mandi setelah diperiksa. Saat keluar kamar mandi, pasien itu membawa bayi di atas tangannya dan memasukkan ke dalam tempat sampah.

"Iya terekam CCTV. Kita baru tahu kalau dia buang bayi dari CCTV itu. Awalnya dia memegang bayi itu kemudian dibuang di tempat sampah," ujar Neni.

Neni melanjutkan, pasien itu kemudian membuka pintu belakang tempat praktik dokter umum tersebut. Lalu tampak pasien itu melemparkan bayi itu ke dalam sumur.

"Ada bercak darah di sekitar sumur. Setelah kita lihat memang benar ada sosok bayi di dalamnya," tambahnya.

Beberapa jam berselang, ibu yang buang bayi itu diamankan polisi. Ia merupakan pelajar SMP berusia 14 tahun.

"Sudah kita amankan di Mapolresta Banyuwangi. Dan masih dilakukan perawatan pascamelahirkan. Pelaku masih usia 14 tahun. Kalau sekolah masih SMP," ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu saat mengunjungi TKP.

Bayi yang dibuang, kata Nasrun, berjenis kelamin laki-laki. Bayi itu dilahirkan dalam usia 8 bulan kandungan.

Nasrun mengatakan, pelaku sudah dilaporkan dalam kasus pembuangan bayi di Polsek Kabat. Kepanikan sang ibu bayi diduga menjadi motif pembuangan bayi. Selain itu karena pelaku masih di bawah umur sehingga belum berpikir logis terkait melahirkan dan kehamilan.

"Pemeriksaan sementara karena panik. Belum bisa berpikir logis atas tragedi ini," terangnya.

Lihat juga Video: Dua Anak Jadi Korban Penculikan dan Pemerkosaan Pria di Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]