Operator Tambang Emas Banyuwangi Kembali Serahkan Lahan Kompensasi ke KLHK

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 15:00 WIB
Operator Tambang Emas Banyuwangi Kembali Serahkan Lahan Kompensasi Ke KLHK
Lahan kompensasi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, untuk kedua kalinya menyerahkan lahan kompensasi (Lakom) ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Lokasi lahan kompensasi kedua ini seluas 857,26 hektare di Sukabumi Jawa Barat.

Serah terima PT BSI tahap kedua ini menyusul serah terima lakom tahap pertama di Bondowoso, Jawa Timur seluas 100,32 hektare pada 21 September 2020 lalu.

Penyerahan dilakukan oleh Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI) Cahyono Seto - Direktur BSI kepada PLT Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian LHK, Helmi Basalamah di Gedung KLHK, Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Lakom adalah lahan yang harus diserahkan oleh pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam wujud yang Clear and Clean dan sudah direboisasi. Untuk Provinsi Jawa Timur yang kawasan hutannya kurang dari 30 persen dari luas daratan provinsi tersebut, maka pemegang IPPKH berkewajiban menyediakan dan menyerahkan lakom minimal dua kali lipat, dari luas kawasan hutan yang dipakai.

"Kami bangga dapat berkontribusi untuk perluasan kawasan hutan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Selain menjadi perusahaan yang melaksanakan serah terima lahan kompensasi seluas 957,58 hektare, luasan yang paling besar yang pernah diserahterimakan kepada pemerintah," ujar Cahyono Seto, Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI) kepada detikcom.

BSI, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang mengoprasikan tambang emas di Banyuwangi, memegang IPPKH seluas 992 hektare. Berdasarkan peraturan yang berlaku saat itu, BSI wajib menyediakan dan meyerahkan lakom seluas 1.984 hektare.

"Total luas lakom yang BSI akan serahkan adalah 2.038 hektare, atau 54 hektare lebih luas dari yang diwajibkan," tambahnya.

Sebelum melakukan serah terima, tim dari Kementerian LHK melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) serta Perum Perhutani, telah melakukan penilaian langsung di lahan kompensasi Sukabumi dengan hasil standar keberhasilan yang baik. Penilaian ini berlangsung di beberapa Desa pada 4 wilayah Kecamatan yakni, Cisolok, Cimanggu, Cibitung, dan Tegalbuleud Sukabumi Jawa Barat.

Tanaman yang digunakan untuk proses reboisasi antara lain Jati dan Pinus. Tim Penilai di lapangan mendapatkan hasil penilaian secara terukur dengan persentase tumbuh tanaman paling sedikit 75 persen dan lahan dinyatakan dalam kondisi sehat, sebagai acuan standar yang dicapai.

"Berdasarkan Peraturan MenLHK no. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2019 tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, persentase tumbuh tanaman minimum harus mencapai 75 persen; hasil penanaman reboisasi pada kompensasi PT. Bumi Suksesindo seluas 857,26 Ha mencapai 82,15% dan dinyatakan berhasil," tulis KLHK dalam penilaiannya.

Hasil Penilaian Keberhasilan Penanaman Reboisasi kepada Kementerian LHK dan ditandatangani oleh 30 anggota Tim Penilai serta melibatkan BPDAS HL Citarum-Ciliwung, Dinas Kehutanan
Provinsi Jawa Barat dan Perum Perhutani.

(fat/fat)