Kasihan, Warkop di Surabaya Ini Dirazia dan Didenda Meski Sudah Tutup

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 11:09 WIB
warkop di surabaya
Chamim menunjukkan surat denda (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Satpol PP di Surabaya masih gencar melakukan razia dan mendenda warung kopi (warkop) selama PPKM yang melanggar aturan. Tak hanya yang masih buka, warkop yang telah tutup juga tak luput kena razia.

Warkop di Jalan Jemur Andayani I misalnya, meski sudah tutup tapi tetap dirazia. Alasannya warkop tetap dinilai melanggar meski tutup karena lampu masih menyala. Padahal tak ada aktivitas jual beli di dalamnya. Pemilik warkop, Chamim, mengeluhkan soal itu.

"Sudah tutup sejak pukul 20.00 WIB. Kan aturannya sekarang tutupnya pukul 21.00 WIB. Tapi masih digerebek," ujar Chamim kepada detikcom, Kamis (8/9/2021).

"Saya tadi memang masih di warkop sama dua teman saya. Saya biasa tidur di sini. Tiap hari juga lampu gak saya matikan karena nyamuknya banyak," imbuh pria 35 tahun itu.

Warung sudah tutup yang masih kena raziaWarung sudah tutup yang masih kena razia (Foto: Amir Baihaqi)

Akibat razia itu, lanjut Chamim, KTP-nya harus disita dan diberi surat denda. Untuk mengambilnya, Chamim harus datang ke kantor kecamatan Wonocolo dan membayar denda Rp 150 ribu.

"Yang disita KTP kalau mau ambil bayar Rp 150 ribu di kecamatan. Kalau dulu juga pernah kena razia, kursi dan LPG ikut diangkut. Saya sudah 3 kali ini kena razia," tuturnya.

Chamim merasa heran kenapa warkop miliknya kerap menjadi sasaran razia Satpol PP. Padahal warkop lain juga masih ada orangnya di dalam meski sudah tutup.

"Yo iku heran aku. Padahal warkop ngarep jelas-jelas masih ada orangnya, motornya juga ada tapi gak dirazia," ucap pria asal Karangbinangun, Lamongan itu.

Simak juga 'Nggak Mau Digetok Harga? Jangan Nginep di Warung Puncak!':

[Gambas:Video 20detik]