PeduliLindungi Akan Diterapkan di Hotel hingga Restoran, Ini Kata PHRI Jatim

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 12:42 WIB
Kemenparekraf akan memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi ke hotel hingga restoran. Bagaimana respons Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim?
Foto: Istimewa (dok. JW Marriott Hotel Surabaya)
Surabaya -

Kemenparekraf akan memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi ke hotel hingga restoran. Bagaimana respons Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim?

Nantinya, semua tamu yang datang harus sudah vaksin COVID-19 minimal dosis 1. Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono mengatakan, ia berharap tidak terlalu sulit persyaratan untuk masuk hotel. Karena hotel di Jatim sudah memiliki CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability). Atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata secara gratis itu sejak 2021.

"Kalau hotel kita punya CHSE, tapi sudah siapkah vaksin di daerah situ? Nggak papa kalau 50 persen sudah tervaksin," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Selasa (7/9/2021).

Saat ini, untuk SDM pariwisata masih ada yang belum vaksin, baik dosis 1 maupun dosis 2. Apa lagi masyarakat yang juga masih banyak yang belum tervaksin.

Ada pula hal lain yang dipikirkan PHRI Jatim, yakni anak-anak. Sebab, tak sedikit tamu hotel keluarga yang menginap bersama anaknya. Sedangkan anak usia di bawah 12 tahun belum bisa vaksin.

"Kalau destinasi, restoran dan hotel kalau aturannya sama dengan mal, anak-anak belum vaksin ga bisa masuk. Lah wong destinasi itu isinya anak-anak. Kalau umpamanya anak-anak sudah tervaksin 12 tahun ke bawah, itu anak ke tempat wisata. Kalau usia remaja larinya banyak ke kafe," jelasnya.

Dwi berharap lebih dipermudah untuk tamu hotel dan restoran. Sebab, hotel-hotel juga sudah memiliki sertifikat CHSE sejak 2021. Proses mengurusnya pun juga tidak mudah, banyak pula persiapannya.

"Itu ngurusnya berat sekali, punya ruang isolasi, harus punya oksigen, punya platform dokter dan macam-macam, hampir semua hotel sudah mengurus. Hampir sama dengan hotel-hotel yang bekerja sama dengan RS, hampir sama standarnya. Kita ada satgasnya sendiri, ada oksigen, dokter, memang itu persyaratannya. Kita harap, dengan adanya sertifikat itu, itu dimanfaatkan. Pemerintah sudah bisa melihat bahwa kita sudah lebih siap," pungkasnya.

(sun/bdh)