Balita di Blitar yang Dulu Dilahirkan di Trotoar Tewas Tercebur Sumur

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 20:45 WIB
Seorang balita berusia satu tahun tewas tercebur sumur. Balita itu bermain bersama kakaknya, sementara sang ibu sibuk memasak.
Foto: Istimewa (Polres Blitar)
Surabaya - Seorang balita berusia satu tahun tewas tercebur sumur. Balita itu bermain bersama kakaknya, sementara sang ibu sibuk memasak.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Bendelonje Desa Kendalrejo Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Sekitar pukul 15.30 WIB Polsek Talun menerima laporan adanya musibah itu dari warga.

Korban diketahui bernama ADR (1) yang saat kejadian bermain bersama kakaknya N (8). Kronologi musibah itu berdasarkan laporan ke polisi, mereka berdua bermain di belakang rumah yang lokasinya di sekitar sumur. Sumur itu hanya dibatasi tembok melingkar setinggi 45 cm. Kondisinya tidak terbuka. Sementara ibu mereka sedang masak di dapur.

"Tiba-tiba kakaknya teriak memangil ayahnya dan bilang kalau adiknya mendekati sumur lalu kecebur," terang Kapolsek Talun, AKP Imam Subechi, Minggu (5/9/2021).

Mendengar anaknya berteriak, lanjut kapolsek, ayahnya berlari mendekati sumur. Dia juga berteriak meminta tolong dua tetangganya terdekat untuk masuk ke dalam sumur menggunakan tangga dan tali untuk mengangkat korban. Proses evakuasi ini tak makan waktu lama. Namun sampai di atas, ternyata nyawa si bocah tak bisa diselamatkan.

Kades di Blitar Bantu Seorang Ibu Melahirkan di TrotoarKades di Blitar Bantu Seorang Ibu Melahirkan di Trotoar/ Foto: Istimewa

"Dari pemeriksaan bidan desa, tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan atau penganiayaan. Dan korban meninggal karena jatuh tercebur ke dalam sumur sewaktu bermain," ungkapnya.

Keluarga yang tidak menghendaki jasad bocah diautopsi kemudian membuat surat pernyataan bermaterei. Sekitar satu tahun yang lalu tepatnya 22 Juni 2020, kelahiran bocah ADR sangat viral. Karena ibunya melahirkan di jalan dan proses persalinannya dibantu Kades Pasirharjo.

Kades itu bernama Chusana Churori, yang sore itu baru pulang dari kantor. Belum sempat melepas seragam yang dipakai, Chusana mendengar wanita berteriak dari luar rumah. Chusana lalu lari keluar rumah dan melihat seorang wanita hamil duduk dengan tanda-tanda mau melahirkan.

Tanpa pikir panjang, dia lepas kemeja seragamnya dan membantu ibu melahirkan di trotoar. Sementara sang istri yang ikut melihat, bergegas mendekat sambil membawa kain dan jarit untuk menutupi pemandangan para pemakai jalan.

"Iya benar. Itu anak yang ketika ibunya melahirkan di trotoar saya yang menolong. Nama tengah si bocah 'Kusana' diambil dari nama saya. Ketika umurnya berakhir, proses kematiannya meninggalkan cerita tragis pula," pungkas Chusana. (fat/fat)