Urban Legend 2021

Sejarah Pelarian Raja Airlangga Versi Arkeolog: Bukan Sendang Made Tapi Lamongan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 11:53 WIB
Sendang Made Cerita Pelarian Raja Airlangga jadi destinasi wisata di Kabupaten Jombang
Sendang Made di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Lamongan -

Belum ada bukti sahih ihwal tempat persembunyian Airlangga yang kabur dari penyerangan Raja Wurawari ke Kerajaan Medang sekitar tahun 1007 masehi. Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho berpendapat, Airlangga kala itu kabur ke Pataan, Lamongan.

Cerita pelarian Airlangga dari invasi Raja Wurawari asal Lwaram (sekarang wilayah Cepu, Blora) tertuang di Prasasti Pucangan. Beberapa ahli meyakini prasasti ini ditemukan di Gunung Penangggungan, Mojokerto. Namun sekitar 200 tahun silam Prasasti Pucangan dibawa Thomas Rafles ke museum di Kalkuta, India.

Wurawari meluluh lantakkan Kerajaan Medang yang mempunyai ibu kota di Watan, sekarang diperkirakan menjadi wilayah Maospati, Magetan. Serangan tersebut menewaskan Dharmawangsa Tguh, Raja Medang periode 991-1007 masehi yang merupakan paman sekaligus mertua Airlangga.

Airlangga berada di Kerajaan Medang karena memperistri putri Dharmawangsa Tguh, Galuh Sekar. Ia terpaksa kabur ke hutan untuk menyelamatkan diri dari kejaran Wurawari. Kala itu Airlangga ditemani pembantunya, Mpu Narotama.

Namun, Prasasti Pucangan tidak menjelaskan tempat persembunyian Airlangga. Di prasasti tersebut hanya disebutkan Airlangga kabur ke hutan bersama Mpu Narotama. Wicaksono mempunyai pendapat sendiri tentang tempat pelarian pendiri Kerajaan Kahuripan tersebut.

"Dilihat dari Prasasti Patakan dan Pamwatan bahwa Airlangga ketika kerajaannya diserang melarikan diri ke Pataan. Kenapa kok larinya ke sana? Tentunya kami duga kuat terkait dukungan spiritual. Karena wilayah Jombang utara dan Lamongan selatan basis resi dan pertapa, baik aliran Hindu maupun Budha," kata Wicaksono kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Prasasti Patakan ditemukan di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Sedangkan Prasasti Pamwatan ditemukan di Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng.

Teori tempat persembunyian Raja Airlangga di Pataan, lanjut Wicaksono, juga didukung sekelumit data tentang Mpu Bharada. Guru spiritual Airlangga itu konon bertapa di wilayah yang sama.