Saat Ribuan Warga Tulungagung Berburu Ikan Saat Dam Boyolangu Dikuras

Adhar Muttaqien - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 14:36 WIB
Tulungagung -

Ribuan warga Tulungagung berbondong-bondong mendatangi sungai pembuangan Boyolangu untuk berburu ikan. Warga melakukan itu saat dilakukan flushing atau pengosongan dam.

Mengunakan sejumlah peralatan tangkap ikan tradisional, ribuan warga dari berbagai daerah di Tulungagung tersebut menyisir daerah aliran sungai pembuangan di Desa/Kecamatan Boyolangu.

Perburuan ikan itu dilakukan seiring dengan kebijakan Dinas Perumahan dan Mawasan Permukiman Tulungagung untuk melakukan flushing pada Dam Boyolangu.

Salah seorang warga, Endro, mengaku telah berada di lokasi dam sejak pukul 8 pagi. Ia bersama rekannya berburu ikan-ikan yang mabuk terbawa arus.

"Ya lumayan hasilnya, ada ikan gurami, nila, udang dan lain-lain. Tapi ini lebih sedikit di banding yang lalu," ujar Endro kepada detikcom, Sabtu (4/9/2021).

flushing dam boyolanguFoto: Adhar Muttaqien

Menurut Enro, setiap kali dilakukan flushing, ia selalu datang untuk berburu ikan. Ribuan masyarakat yang lainnya pun juga ikut berburu dengan cara yang berbeda-beda.

"Biasanya kalau dapat banyak ya saya jual, tapi kalau hanya sedikit ini mending dbuat lauk sendiri," imbuhnya.

Namun kehadiran ribuan warga di sungai pembuangan Boyolangu ini kontradiktif dengan penerapan PPKM darurat level 3 di Tulungagung.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Pengairan Wilayah Sobontoro, Mesaji, mengaku kegiatan flushing merupakan agenda rutin dari pengairan. Pengosongan dam tersebut dilakukan sebagai upaya perawatan infrastuktur dam.

"Ini untuk sevis pintu air, kalau ada kerusakan bisa diperbaiki, kemudian kedua terkait sedimen, yaitu untuk mengurangi timbunan lumpur di area dam, serta untuk pengeringannya tanah (pertanian)," kata Mesaji.

Mesaji mengakui setiap dilakukan flushing, masyarakat selalu banyak yang datang untuk berburu ikan. Di masa pandemi COVID-19, pihaknya menerapkan strategi agar massa yang datang tidak terlaku banyak.

"Ini kan rencananya dilakukan hari Minggu, sesuai surat yang kemarin. Tapi melihat animo masyarakat yang tinggal akhirnya kami alihkan hari ini," ujarnya.

Dengan pengalihan hari pelaksanaan itu, pihaknya mengklaim dapat mengurangi jumlah masyarakat yang datang ke lokasi dam. "Dengan memajukan hari pelaksanaan mampu menurunkan jumlah warga yang datang sekitar 50 persen," tandas Mesaji.

(iwd/iwd)