Pro Kontra Wali Murid di Surabaya Jelang Pembelajaran Tatap Muka

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 13:30 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Foto: iStock
Surabaya -

Empat hari lagi pembelajaran tatap muka (PTM) digelar di Surabaya atau mulai Senin (6/9). Banyak wali murid yang setuju dengan PTM, namun ada juga yang belum setuju.

Berdasarkan penelusuran detikcom, ada respons yang berbeda-beda dari wali murid. Alasannya pun beragam.

Wali murid SMPN 9 Surabaya Moch Tri Putra Aditya, Pita Sari mengaku setuju dengan PTM terbatas awal pekan depan. Sebab menurutnya, pembelajaran online tidak efektif.

"Saya setuju dengan PTM terbatas yang dilaksanakan. Karena adik saya ini agak learning loss, karena pembelajaran daring ini juga ga seefektif biasanya. Misalnya adik saya ketinggalan pelajaran, ada beberapa hal yang dia tidak mengerti karena dijelaskan secara online," kata Pita kepada detikcom, Kamis (2/9/2021).

Ia mendukung berjalannya pembelajaran tatap muka namun tetap dengan protokol kesehatan. "Saya mendukung PTM ini asalkan dilaksanakan dengan protokol kesehatan, kapasitas ga full, pakai masker, saya rasa kita akan terbiasa dengan ini," ujarnya.

Sama halnya dengan Miftahur Rohman, wali murid salah satu sekolah swasta di Surabaya Barat. Sebab menurutnya, selama pembelajaran daring merasa kesulitan mendampingi anaknya sekolah online.