8 Ribu Perempuan di Jawa Timur Berstatus Janda, Ini Penyebabnya

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 08:53 WIB
Ilustrasi patah hati
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Surabaya -

Jumlah janda di Jawa Timur mengalami kenaikan. Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim, mencatat tambahan 8 ribu Kepala Keluarga (KK) yang dikepalai perempuan di Jatim.

Kepala DP3AK Jatim, Andriyanto menyebut data tambahan 8 ribu ini selama Januari 2020 hingga Juni 2021.

"Ada kenaikan tambahan sekitar 8 ribu keluarga yang dikepalai oleh perempuan, dari Januari 2020 ke Juni 2021," ujar Andriyanto, Kamis (2/9/2021).

Terkait penyebab banyaknya penambahan perempuan kepala keluarga selama 2020 hingga 2021 ini, Andriyanto mengungkapkan ada dua faktor. Yang pertama, karena faktor cerai hidup. Lalu, lantaran cerai mati alias ditinggal suaminya meninggal dunia.

Untuk yang cerai mati, Andriyanto mengakui ada beberapa yang suaminya meninggal akibat COVID-19. Namun, tidak semuanya.

"Sebanyak 8 ribu tambahan itu, karena cerai hidup dan juga cerai mati. Tapi cerai mati itu tidak semuanya karena COVID-19, tapi memang ada yang suaminya meninggal karena terpapar COVID-19," jelasnya.

Data tambahan 8 ribu perempuan yang menjadi kepala keluarga ini tersebar di 30 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Sedangkan untuk delapan daerah sisanya, belum menyetorkan data by name by address ke Pemerintah Provinsi Jatim.

"Makanya saya titip mohon kepada daerah yang belum setor data, agar lebih detail by name by address supaya jelas," ungkapnya.

Di kesempatan ini, Andriyanto mengaku Dinas DP3AK Jatim telah menyiapkan beberapa langkah agar perekonomian para perempuan kepala keluarga tetap bangkit. Salah satunya memberi pelatihan wirausaha. Seperti menjahit, membuat sabun hingga usaha makanan.

"Jadi, kita lakukan pembinaan peningkatan usaha apa yang sekiranya bisa meningkatkan ekonomi mereka. Sifatnya hanya pelatihan, tidak ada top-up modal," pungkasnya.

(hil/fat)