Kota Blitar Berharap Turun ke Level 3 Agar Sekolah Tatap Muka Bisa Digelar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 12:25 WIB
vaksinasi di blitar
Vaksinasi di SMA 1 Kota Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Status Kota Blitar turun dari zona merah menjadi zona oranye. Sekolah tatap muka di Blitar siap digelar jika level PPKM ikut turun menjadi level 3.

Selama ini, Kota Blitar masih bertahan di level 4 penerapan PPKM. Namun dengan berubahnya zonasi, diharapkan juga ada perubahan level penerapan PPKM yang semula di level 4 turun menjadi level 3.

Berbagai persiapan sarana prasarana telah disiapkan semua sekolah di Kota Blitar sejak awal 2021 lalu untuk persiapan sekolah tatap muka. Seperti penyediaan wastafel, pemakaian masker, hingga skenario penataan jaga jarak selama proses belajar berlangsung di dalam kelas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Syamsul Hadi mengatakan saat ini status Kota Blitar memang masih level 4 PPKM hingga tanggal 6 September mendatang.

"Kalau nanti setelah itu, kita turun ke level 3, maka kami siap gelar PTM. Karena sarana prasarana sudah tersedia. Guru sudah 98 persen divaksin. Tinggal menunggu vaksinasi untuk siswa SMP dan SD," jelas Syamsul saat dihubungi detikcom, Rabu (1/9/2021).

Syamsul mengaku vaksinasi massal masih diberikan kepada para siswa SMA secara kolektif. Namun pihaknya juga menerima laporan ada beberapa siswa SMP yang berusia di atas 12 tahun sudah menerima vaksin di wilayahnya masing-masing.

"Ada beberapa siswa SMP sudah dapat vaksin. Mereka ini masuk kategori warga usia 12 tahun ke atas. Nah ini kami masih menunggu vaksinasi massal untuk siswa SMP dan SD. Evaluasi juga tetap kami lakukan tiap minggu jika nanti bisa menggelar PTM kembali," imbuh Syamsul.

Memang, vaksinasi massal masih diberikan kepada siswa SMA dan SMK di Kota Blitar. Lembaga pendidikan setingkat SMA yang telah menerima vaksin diantaranya SMAN 1, SMKN 1, dan beberapa pondok pesantren.

Humas SMAN 1 Kota Blitar, Suraningsih mengatakan di SMAN 1 masih ada sekitar 350 siswa yang belum mendapatkan vaksinasi. Target sasaran vaksinasi di Aula SMAN 1 sekitar 600 dosis. Khusus untuk siswa SMAN 1 ada 350 anak. Selebihnya dari masyarakat umum dan siswa SMA lain.

Syamsul berharap vaksinasi untuk siswa bisa mempercepat proses pembelajaran tatap muka. Para siswa juga tidak takut lagi mengikuti pembelajaran tatap muka karena sudah mempunyai tameng vaksin.

"Salah satu syarat pembelajaran tatap muka sudah vaksin. Para guru dan siswa sudah vaksin, harapannya bisa segera belajar tatap muka," pungkas Suraningsih.

(iwd/iwd)