Kata Pabrik Gula di Blitar soal Kemacetan Truk Tebu yang Dikeluhkan Warga

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 12:06 WIB
Ratusan truk pengangkut tebu tertahan di sepanjang jalan menuju pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI). Warga sekitar pabrik mengadang truk-truk itu karena pabrik melanggar komitmen yang dibuat sebelum musim giling tiba.
Truk pengangkut tebu saat tertahan di sepanjang jalan menuju pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI)/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) mengakui soal kemacetan truk tebu pada Minggu (29/8). Itu terjadi karena belum ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) soal pemanfaatan lahan parkir.

Manajer Humas PT RMI Bobby Laluyan menjelaskan, pada saat produksi lancar, tidak ada masalah kepadatan antrean truk karena sudah diatur mekanisme dan penjadwalannya. Kemacetan karena antrean panjang truk tebu terjadi pada Minggu (29/8), karena ada one day maintenance yang sudah direncanakan sebelumnya.

Yakni, saat start ulang diperlukan kenaikan kapasitas secara bertahap. Dan hal ini sudah dikoordinasikan dengan para petani dan truk agar mematuhi dan menyesuaikan pengiriman truk menyesuaikan dengan kondisi atau kapasitas pabrik.

Lahan Perhutani sesuai kesepakatan berbagai pihak, yakni Pemkab, Polres, Perhutani dan RMI, akan dipakai saat terjadi kepadatan. Namun saat ini ketika lancar lahan Perhutani tidak terpakai.

"Secara perizinan ada perubahan di KemenLHK, izin pemanfaatan prasarana kehutanan saat ini harus mendapat persetujuan KemenLHK Pusat. Sehingga kami memahami jika Perhutani setempat memberikan tulisan untuk tidak menggunakan lahannya ketika terjadi kepadatan hari Minggu itu," kata Bobby melalui aplikasi percakapan kepada detikcom, Selasa (31/8/2021).

Bobby mengaku, saat ini pihaknya juga melakukan koordinasi ke Perhutani Pusat dan KemenLHK untuk izin sementara/dispensasi agar bisa digunakan hanya pada saat kemacetan. Dengan demikian, pihak Perhutani setempat dapat mengakomodasi sesuai kondisi di lapangan agar tidak menimbulkan kepadatan.