Terminal Purabaya Belum Terapkan Syarat Penumpang Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 17:22 WIB
terminal purabaya bungurasih
Terminal Purabaya Bungurasih (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Terminal Purabaya Bungurasih belum menerapkan vaksin COVID-19 sebagai syarat perjalanan penumpang. Begitu pula dengan syarat menunjukkan bukti vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat perjalanan transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian mulai hari ini.

"Penerapan aplikasi PeduliLindungi di seluruh moda transportasi akan dilaksanakan secara serentak mulai Sabtu (28/8)," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/8/2021).

Kepala UPT Terminal Purabaya, Imam Hidayat menyebut dirinya belum mendapat arahan dari pimpinan soal bukti vaksinasi.

"Kalau untuk vaksin pakai barcode itu belum, karena kita belum dapat arahan dari pimpinan. Nah, kebetulan yang kita tahu penerapan vaksin ini kan masih diuji coba di mal, kalau di terminal belum," kata Imam saat dikonfirmasi, Sabtu (28/8/2021).

Kendati demikian, Imam mengaku pihaknya dibantu Forkopimda Sidoarjo telah melakukan sosialisasi vaksinasi dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Imam berharap, ketika kebijakan vaksin sebagai syarat perjalanan telah diterapkan, masyarakat sudah paham dan divaksin.

Sementara pantauan di Terminal Purabaya, memang belum ada fasilitas untuk melakukan scan barcode vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. Hanya ada fasilitas tempat cuci tangan dan alat pengecekan suhu tubuh yang tersedia.

Kondisi terminal juga terpantau sangat sepi, sehingga penumpang tanpa antre panjang dapat mengecek suhu dengan mudah dan cepat. Mereka lalu bisa langsung masuk bus sesuai tujuan.

Di kesempatan ini, Imam bercerita jika kondisi terminal saat ini berbanding jauh dengan sebelum adanya pandemi. Terutama saat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Sebelum ini lho bisa 28 ribu penumpang per hari, sekarang cuma 3.000 per hari. Memang masyarakat sekarang sangat takut karena penyebaran COVID-19 ini. Apalagi ada PPKM," pungkasnya.

(hil/fat)