Semburan Air Sumur Bor di Bojonegoro Diuji Organolebtik, Hasilnya?

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 12:59 WIB
tim terpadu dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bojonegoro dan Sumber Daya Alam Bojonegoro pantau lokasi semburan air
Dinas LH Bojonegoro melakukan uji organolebtic (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Bojonegoro - Air setinggi 15 meter sempat menyembur dari lubang pengeboran air (Sumur artesis) di Dusun Sanggar, Desa Sidomulyo, Kedungadem, Bojonegoro. Peristiwa semburan air yang terjadi di depan rumah Samirin (60) RT 22/RW 07 mendapat perhatian serius dari tim terpadu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Sumber Daya Alam Pemkab Bojonegoro.

Kepala DLH Bojonegoro, Hanafi mengaku semburan air di sumur warga ini telah dilakukan uji organolebtik (Pengujian sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk) terhadap kandungan air. Hasilnya, Ph 7,7 (normal), Suhu 30,7 (Normal), Do (kadar oksigen dlm air 0,11 mg/lt (minimal kadar Do 3 mg/lt seharusnya nilai Do harus diatas 3 mg/lt).

"Kami telah melakukan tes uji Organolebtik ya, airnya rasanya asin namun tidak berbau dan terdapat timbulan gas (metan)," terang Kepala DLH Hanafi kepada detikcom, Sabtu (28/8/2021).

Untuk sementara, jelas dia, warga sekitardilarang memanfaatkan air tersebut untuk keperluan sehari hari. Karena kondisi air belum layak digunakan. Bahkan DLH juga akan melakukan uji sampel air dari semburan sumur tersebut.

"Kami imbau warga tidak mengambil air untuk dikonsumsi dulu. Tim DLH akan melakukan uji sampel air di laborat nanti," tambahnya.

Dari pantauan detikcom, saat ini kondisi sumur bor di halaman rumah Samirin masih ditutup buis beton dan dipolice line. Dan aliran airnya diarahkan ke sungai yang berada di sebelah sumur.

(fat/fat)