Tangani Fetish Mukena, Polisi Malang Sebut Kasusnya Unik

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 18:39 WIB
Lapor Polisi, Model Korban Fetish Mukena Sertakan Barang Bukti
Korban fetish mukena lapor ke polisi (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Polresta Malang Kota meminta keterangan saksi ahli dalam mengungkap tindak pidana Fetish Mukena. Selanjutnya gelar perkara akan dilakukan untuk menentukan konstruksi hukumnya.

"Kita sudah berkoordinasi dengan ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE, untuk mengungkap adanya tindak pidana dalam kasus tersebut," jelas Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat (27/8/2021).

Menurut Tinton, hasil koordinasi bersama saksi ahli itu, akan menjadi bahan gelar perkara. Untuk menentukan jeratan hukum kepada terduga pelaku.

"Hasil tersebut akan kita analisa dan kita gelar perkara. Kira-kira konstruksi hukum yang tepat dalam kasus ini. Jika memang sudah ditentukan, akan kita tindak lanjuti secara tuntas," tuturnya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha RiambodoKasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo/ Foto: Muhammad Aminudin

Dalam kesempatan itu, Tinton mengungkapkan bahwa kasus fetish mukena yang sedang ditangani, memiliki keunikan dan berbeda dengan yang pernah ditangani Polrestabes Surabaya.

"Ini kasus unik, berbeda dengan yang pernah ditangani oleh Polrestabes Surabaya. Dalam kasus fetish jarik, ada ancamannya," ungkap Tinton.

"Karena itu, kami koordinasi dengan ahli pidana, ahli bahasa dan ahli ITE. Untuk bisa menentukan pidana dalam kasus ini," sambung Tinton.

Sebelumnya, fetish mukena berkedok online shop menimpa para model di Malang viral di media sosial. Setidaknya, 10 model mengaku menjadi korban. Satu di antaranya mengawali untuk melaporkan kasus ini ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/8/2021).

Para model di Malang itu mengaku jadi korban Fetish Mukena. Foto-foto mereka sebetulnya untuk kebutuhan foto katalog dan endorse diunggah di akun twitter fetish tanpa izin.

Simak video 'Model Korban Fetish Mukena di Malang Lapor Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)