Dugaan Korupsi Pemakaman COVID-19, Bupati Jember Akui Terima Honor

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 22:01 WIB
Bupati Jember Hendy Siswanto
Bupati Jember Hendy Siswanto Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember - Polisi menyelidiki dugaan korupsi anggaran pemakaman jenazah positif COVID-19. Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui dirinya salah satu yang menerima honor dari anggaran Susunan Petugas Pemakaman.

"Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang Monitoring dan evaluasi (Monev)," kata Hendy di kantornya Jalan Sudarman, Kamis (26/8/2021).

Selain Hendy, ada sejumlah pejabat lain yang juga menerima honor dalam susunan petugas pemakaman COVID-19. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Jember dan dua pejabat di BPBD Jember.

Menurut Hendy, adanya honor untuk pemakaman COVID-19 yang diterimanya itu sesuai dengan regulasi yang ada dan sudah ditentukan.

"Terus terang saja, adanya honor itu sesuai dengan regulasi. Saya juga taat dengan regulasi yang saya ikuti," tegasnya.

Secara regulasi, kata Hendy, hal itu sudah lumrah dan ada di setiap pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk kaitan tentang penanganan COVID-19.

"Yang terus terang saja setiap kegiatan itu ada tim monitoring yang di dalamnya ASN semua, yang menerima honor yang sama," terangnya.

Untuk kegiatan monitoring itu, lanjut dia, dilakukan kurang lebih selama 24 jam penuh. Karena orang yang meninggal akibat COVID-19, selalu terjadi selama sehari penuh.

Sebelumnya, polisi memanggil Bendahara BPBD Jember, Siti Fatimah. Ia akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi anggaran monitoring dan evakuasi pemakaman COVID-19.

Dokumen surat pemanggilan itu beredar di sejumlah grup WhatsApp. Dalam lembaran surat itu disebutkan, pemeriksaan akan dilakukan Jumat (27/8). Yang akan dilakukan pada pukul 09.30 WIB, bertempat di ruang penyelidikan Mapolres Jember.

(fat/fat)