Bawang Diserang Hama Ulat, Petani di Probolinggo Panen Dini Agar Tak Rugi

M Rofiq - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 16:39 WIB
ulat serang tanaman bawang di probolinggo
Petani memanen bawang lebih dini karena hama ulat (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Ratusan hektare lahan tanaman bawang merah di Kabupaten Probolinggo rusak diserang hama ulat. Ulat ini dengan cepat membuat daun bawang merah kering hingga akhirnya mati.

Hama ulat ini sudah sepekan terakhir meresahkan petani bawang. Tak ingin rugi, petani pun melakukan panen dini.

Biasanya, bawang merah baru akan dipanen saat berusia 90 hari, namun saat virus ini menyerang, tanaman bawang merah berusia 60 hari terpaksa harus segera dipanen agar tidak habis diserang ulat kecil berwarna hijau ini.

"Tanaman bawang merah diserang ulat sudah 1 minggu ini. Daun cepat mengering dan kalau tidak ditangani tanaman bisa mati. Terpaksa dipanen sebelum waktunya. Seharusnya 2 bulan baru bisa dipanen, ini 3 minggu sudah di panen dini, rugi banyak," ujar Buamar Akbar, salah satu petani bawang di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu kepada detikcom, Rabu (25/8/2021).

ulat serang tanaman bawang di probolinggoLahan yang ditanami bawang merah setelah dipanen dini (Foto: M Rofiq)

Petani lain, Sumarlin, mengatakan hama ulat ini sudah sangat meresahkan para petani bawang. Sebenarnya hama ulat bisa diatasi dengan obat - obatan. Namun itu berarti menambah biaya lagi untuk petani.

Dan jika menggunakan obat pembasmi hama, kata Sumarlin, itu sama saja dengan berjudi. Karena kalau harga bawang merah saat panen bagus, masih bisa untung. Tetapi jika harganya turun, maka petani bisa rugi banyak dan bisa saja bangkrut.

"Iya kalau harga nnati bagus. Kalau harga anjlok, petani bisa bangkrut," kata Sumarlin.

Sumarlin menerangkan hanya dalam waktu semalam, hama ulat ini bisa membuat daun langsung layu. Tak lam setelahnya daun mengering dan mati. Ulat ini bersembunyi di dalam pangkal daun. Cairan dari ulat itulah yang membuat daun layu dan mengering.

"Ulat ini menyerang saat kemarau. Jika tak ditangani petani bisa rugi besar dan tak bisa menanam kembali musim berikutnya karena kehabisan modal," lanjut Sumarlin.

Pada musim panen raya ini, harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan drastis. Untuk bawang kualitas biasa di kisaran Rp 12.000 perkilogramnya, untuk bawang kualitas super di kisaran Rp 18.000 per kilogram.

Seperti diketahui bawang merah asal Probolinggo merupakan salah satu bawang merah terbaik di Indonesia, terlebih soal rasa dan gurihnya. Maka tak salah jika bawang khas Probolinggo banyak dikirim ke luar Jawa bahkan diekspor ke mancanegara.

(iwd/iwd)