Marak Baliho Puan dan Lambang PDIP di Jatim Jadi Korban Vandalisme

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 08:57 WIB
baliho open bo puan maharani
Foto: Dok. DPC PDIP Kabupaten Blitar

Aksi vandalisme terjadi di Kantor DPC PDIP Pacitan, Jalan WR Supratman. Sedikitnya ada 3 coretan di kawasan tersebut. Semuanya bertuliskan 'PKI'.

Coretan pertama terdapat pada simbol kepala banteng yang merupakan bagian dari papan nama kantor. Berikutnya tulisan serupa juga ditemukan di tembok dan kaca kantor tersebut. Sementara untuk dua titik tulisan di tembok bangunan dan di papan nama masih dibiarkan utuh. Keduanya hanya ditutup media berupa lembaran elastis warna putih.

"Untuk yang di kaca sudah kita bersihkan," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Pacitan, Eko Setyoranu kepada detikcom, Selasa (24/8/2021).

Alasan tulisan bernada provokatif itu belum dihapus, lanjut Eko, untuk mendukung proses penyelidikan. Hal itu juga sebagai antisipasi jika pihak DPP bermaksud turun untuk melihat langsung.

Eko menjelaskan, tulisan serupa juga ditemukan di area perempatan Jalan Lintas Selatan (JLS). Tepatnya di papan berwarna merah yang berdekatan dengan SPBU mini. Isinya bahkan menyebut nama Jokowi dan mengkaitkan dengan partai terlarang.

Dia mengaku pertama kali melihat tulisan provokatif tersebut setelah mendapat laporan staf. Kala itu politisi yang juga anggota DPRD Pacitan itu akan menghadiri sidang paripurna. Dia menyayangkan aksi corat-coret yang berpotensi memperkeruh suasana. Apalagi hal itu terjadi saat semua pihak tengah berjuang keras mengendalikan pandemi COVID-19. Dia berharap aparat segera mengungkap kasus ini.

Baca juga: Lambang Banteng di Kantor DPC PDIP Pacitan Dicoreti 'PKI'

Jadi Korban Vandalisme, Ini Langkah PDIP PacitanLambang partai PDIP jadi korban vandalisme/ Foto: Purwo Sumodiharjo

Pihak partai pun bertindak cepat menyikapi kasus itu. polisi sudah melakukan gelar perkara. Selain itu, partainya juga membentuk tim investigasi secara mandiri.

Tim tersebut, lanjut politisi asal Kecamatan Punung itu, akan menggali keterangan kejadian yang menimpa kantor partai berlambang banteng moncong putih. Hasilnya akan disinkronkan dengan hasil penyelidikan polisi.

Kasus ini juga menjadi penyebab 6 anggota Fraksi PDIP yang tidak dapat mengikuti sidang paripurna antara lain: Eko Setyoranu, Suraji, Heru Setyanto, Widadi, Heriyanto, dan Melia Widiyana.

"Keterangan tidak hadir acara partai," terang ucap Zahra, karyawati DPRD yang bertugas membacakan daftar hadir persidangan.

Rupanya keputusan tidak ikut serta dalam sidang paripurna berkaitan dengan kejadian menimpa kantor partai banteng moncong putih. "Kawan-kawan fraksi ini kan diberangkatkan dari partai diangkat dari rakyat. Ini permintaan saya harus kompak satu bahasa yang baik menyikapi hal yang terjadi," tambahnya.

Secara terpisah Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengaku sudah menindaklanjuti laporan terkait kejadian yang sempat bikin heboh tersebut. Saat ini prosesnya memasuki tahap penyelidikan.

"Tadi kasatreskrim saya suruh ke sana (TKP) lagi. Ada lah teknik-teknik tersendiri yang kita pakai. Tapi tidak bisa kita ungkap ke publik," ucapnya dihubungi detikcom.


(fat/fat)