Mengenang Masa Kecil dengan Wisata Petik Buah Juwet di Desa Lamongan Ini

Eko Sudjarwo - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 10:33 WIB
wisata petik buah juwet di lamongan
Pengunjung bisa memetik atau membeli di wisata petik buah juwet di Desa Lopang, lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Bagi Warga Lamongan generasi 90-an tentu tidak asing dengan tempat satu ini. Pasalnya, tempat ini dikenal sebagai tempat wisata petik buah juwet, duwet, atau jamblang.

Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, memang sudah sejak lama dikenal dengan wisata petik buah juwet. Kemarau adalah masa saat musim buah dengan nama ilmiah syzygium cumini ini mulai berbuah. Hamparan lahan sawah di desa ini dengan buah juwetnya siap memanjakan lidah untuk sekedar mengenang masa kecil atau ingin menikmati manis legit serta sepatnya buah juwet ini.

Salah seorang warga yang datang menikmati buah juwet ini adalah Hari Sakti. Warga Lamongan ini datang ke Desa Lopang, Kembangbahu untuk bernostalgia dengan rasa dari buah yang satu ini. Hari menyebut, wisata petik buah juwet di Desa Lopang ini sebenarnya sudah ada sejak ia kecil.

"Desa Lopang ini sudah sejak saya kecil dikenal sebagai desa dengan buah andalannya yaitu buah juwet," kata Hari saat berbincang dengan wartawan, Minggu (22/8/2021).

Hari tidak datang sendiri ke tempat yang jaraknya sekitar 10 km ke selatan dari kota Lamongan ini. Hari juga mengajak teman-temannya untuk menikmati buah juwet segar langsung dari pohonnya. Rimbunnya pohon juwet dan semilir angin membuat Hari dan teman-temannya betah untuk berlama-lama di tempat ini.

wisata petik buah juwet di lamonganBuah juwet (Foto: Eko Sudjarwo)

"Yang membuat senang adalah kita bisa menikmati langsung buah yang sudah jarang ditemukan ini dari pohonnya, kalau sekedar mengincip buah juga bisa," ujarnya.

Selain bisa menikmati buah juwet langsung dari pohonnya, pengunjung juga bisa membeli buah dengan sebutan anggur jawa ini untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tak perlu khawatir mahal, karena untuk satu keranjang buah juwet ini bisa ditebus dengan harga hanya Rp 50 ribu atau bisa juga membeli semangkuk dengan harga hanya Rp 10 ribu saja.

"Sekarang kan sudah waktunya panen, kita bisa main atau naik langsung ke pohon juwet untuk mengicip buah atau membawanya pulang sebagai oleh-oleh," terang Hari.

Tidak perlu khawatir akan kehabisan karena penjual buah di lokasi wisata petik buah juwet ini pun banyak. Selain penjualnya yang banyak bertebaran, pilihan pohon juwet untuk dipetik di tempat ini juga banyak karena banyak pohon juwet berada di hektaran lahan sawah yang juga masih produktif.

"Berbuahnya ya pas kemarau seperti saat ini," kata salah satu penjual buah juwet, Ibu Wiwit.

Wiwit mengatakan lahan pertanian di desa ini bisa mendatangkan keuntungan lumayan jika sudah waktunya panen buah juwet. Desa Lopang selalu menjadi salah satu alternatif berwisata murah meriah dan selalu ramai didatangi wisatawan lokal, terutama pada akhir pekan.

"Selain dijual di kebun, buah juwet ini biasanya juga kita jual ke pasar dengan harga yang sama seperti di sini," akunya.

Apakah anda tertarik untuk ke Desa Lopang ini untuk menikmati buah juwet? Silakan langsung aja tancap gas untuk datang ke tempat ini, tapi ingat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ya. (iwd/iwd)