Kemendag Cek Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 18:23 WIB
Kemendag memantau penerapan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan Sidoarjo. Salah satu mal yang dikunjungi yakni Lippo Plaza Sidoarjo.
Suasana di Lippo Plaza Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Kemendag memantau penerapan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan Sidoarjo. Salah satu mal yang dikunjungi yakni Lippo Plaza Sidoarjo.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Nina Moro mengatakan, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021, dalam PPKM Jawa dan Bali, mal di beberapa kota di Jawa Timur diizinkan buka. Salah satunya di Kabupaten Sidoarjo.

"Kami ingin memastikan apakah aplikasi PeduliLindungi diterapkan dengan baik di semua mal yang telah dibuka. Pada tahap pertama, penerapan di Jawa Timur telah tertib. Semoga saja, pembukaan mal tahap dua ini hasilnya lebih baik," kata Nina di Lippo Plaza Sidoarjo, Jumat (20/8/2021).

Nina menjelaskan, baik pengelola mal maupun pengunjung harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pihaknya berharap, pusat perbelanjaan tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19. Maka dari itu, protokol kesehatan di mal dan sektor lain harus diterapkan.

"Berbeda dengan tahap pertama dulu yang dilarang pengunjung mal makan di tempat. Sekarang boleh dine in dengan batas waktu 30 menit. Pengunjung juga dibatasi 25 persen dari kapasitas," jelas Nina.

Sementara Mall Director Lippo Plaza Sidoarjo Erick Richardo mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan dengan baik pembukaan mal tahap dua, pada 17 Agustus 2021. Lippo menyediakan banyak meja kursi di samping pintu masuk yang bisa dipakai pengunjung mal untuk mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi sebelum mereka masuk.

"Kami juga menyediakan banyak barcode untuk scan aplikasi PeduliLindungi. Bagi pengunjung yang telah scan barcode dan hasilnya berwarna hijau, kami perbolehkan untuk masuk. Kami juga menugaskan beberapa personel customer service untuk membantu pengunjung, agar tidak terjadi antrean," pungkas Erick.

(sun/bdh)