Pandemi Tahun ke-2, Upacara HUT RI di Balai Kota Surabaya Dilakukan Terbatas

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 18:29 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Perayaan HUT ke-76 RI di Kota Surabaya bakal digelar terbatas. Upacara pengibaran bendera merah putih pun hanya diikuti 3 orang saja. Meski begitu, kegiatan upacara ini bakal disiarkan secara online.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, karena masih dalam masa pandemi COVID-19, maka pemkot menyelenggarakan upacara HUT RI ke-76 secara terbatas. Upacara dilakukan di balai kota, peserta dibatasi dan menjalankan protokol kesehatan ketat.

"Pelaksanaan upacara besok (di halaman Balai Kota Surabaya) akan dilaksanakan undangan secara virtual," kata Eri, Minggu (15/8/2021).

Menurutnya, para peserta yang hadir saat pelaksanaan upacara nanti, mayoritas mengikutinya melalui virtual. Sedangkan yang hadir di lokasi, jumlahnya dibatasi maksimal 30 orang. Yakni, walikota, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya serta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

"Jadi yang dilakukan secara langsung itu maksimal (dihadiri) 30 orang undangan. Nanti wali kota, Forkopimda dan Paskibra saja yang hadir," ujarnya.

Eri juga menjelaskan, untuk paskibra pada tahun ini menggunakan pasukan 8. Hanya ada petugas inti pengibar bendera pusaka, tanpa pengiring atau pengawal.

"Paskibra yang kita lakukan di Surabaya ini pasukan 8. Sebenarnya ada 17 (pengiring) dan 45 (pengawal), tapi yang kita gunakan pasukan 8 pengibar bendera," jelasnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menyebutkan, bahwa pemilihan pasukan 8 itu memang dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan. Tentunya hal ini diterapkan pula untuk mencegah terjadinya kerumunan.

"Karena keterbatasan tempat dan jumlahnya juga tidak memungkinkan menggunakan pasukan 45," ujarnya.

Eri berharap ke anggota Paskibra menjadi petugas saat upacara bisa menjalankan amanat itu sebaik mungkin. Sebab, tidak semua orang punya kesempatan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka.

"Tidak semua orang punya kesempatan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka," katanya.

Wali Kota Eri menilai, anggota Paskibra adalah orang-orang pilihan. Bahkan, sebelum mengemban amanah sebagai petugas Paskibra, mereka harus melalui pelatihan dan keterampilan.

"Karena itu tadi saya sampaikan, sampai kapanpun mereka harus cinta tanah airnya, cinta pada bangsa dan negara harus ditanamkan pada diri," pungkasnya. (fat/fat)