Indonesia Belum Diizinkan Umroh, Ini Harapan Amphuri Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 17:07 WIB
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: AP/Amr Nabil
Surabaya -

Pemerintah Arab Saudi mulai membuka diri untuk jemaah umroh internasional, Senin (9/8). Namun, ada beberapa persyaratan yang diwajibkan, salah satunya, jemaah harus sudah tervaksinasi COVID-19.

Kendati demikian, jemaah Indonesia masih belum diizinkan untuk masuk ke Arab Saudi. Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim Mochamad Sufyan Arif mengatakan hingga kini belum ada kepastian bagi yang akan berangkat umrah.

"Ya Saudi membuka pintu umrah untuk negara lain, kecuali beberapa negara, salah satunya Indonesia. Meskipun di sistem visa sudah open tapi saat entry paspor Indonesia masih closed," ujar Sufyan saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (10/8/2021).

Sufyan berharap Pemerintah Indonesia segera melakukan komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi. Sufyan menyebut hal ini bisa dibicarakan secara bilateral agar jemaah Indonesia bisa diizinkan lagi beribadah ke tanah suci.

"Harapan kami selaku penyelenggara peran serta aktif dari pemerintah supaya mengadakan pembicaraan bilateral antar negara supaya jemaah Indonesia juga diperbolehkan beribadah ke tanah suci," tambahnya.

Sedangkan untuk ibadah haji, Sufyan menyebut Arab Saudi belum membuka pintu bagi jemaah luar negeri. Saat ini, ibadah haji hanya bisa dilakukan terbatas.

"Haji dari tahun kemarin dibuka, tapi dengan syarat-syarat tertentu dan hanya untuk warga negara Saudi atau yang masih mendapatkan izin tinggal di Saudi atau ekspatriat," pungkas Sufyan.

(hil/iwd)