Tersangka Kasus Penipuan Ini Ngaku Positif COVID-19 Hindari Pemeriksaan

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 16:24 WIB
Tersangka kasus penipuan dan penggelapan di Pasuruan membuat surat positif COVID-19 palsu. Itu ia lakukan untuk menghindari pemeriksaan polisi.
Jumpa pers Polres Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Tersangka kasus penipuan dan penggelapan di Pasuruan membuat surat positif COVID-19 palsu. Itu ia lakukan untuk menghindari pemeriksaan polisi.

Tersangka ini yakni MAC (41). Dengan memalsukan surat hasil tes PCR COVID-19, ia berharap pemeriksaan ditunda. Namun penyidik Satreskrim curiga sehingga aksi MAC terbongkar.

"MAC ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tipu-gelap. Dan karena kasus ini, ia juga kami tetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo saat rilis di mapolres, Selasa (10/8/2021).

Terbongkarnya aksi MAC bermula saat penyidik melakukan panggilan kedua kasus dugaan penipuan dan penggelapan pada 29 Juli 2021. MAC tidak datang memenuhi panggilan dengan mengirimkan surat hasil PCR yang menyatakan positif COVID-19 dari RSUD Grati, tertanggal 26 Juli 2021.

Surat hasil PCR itu membuat penyidik merasa janggal. Pasalnya, sebulan sebelumnya MAC juga tidak hadir pada panggilan pertama dengan mengirimkan surat hasil tes PCR positif COVID-19, tertanggal 24 Juni 2021. Penyidik akhirnya melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke RSUD Grati.

"Dari hasil klarifikasi, ternyata rumah sakit tak mengeluarkan hasil PCR atas nama MAC pada tanggal 26 Juli. Rumah sakit hanya mengeluarkan hasil PCR pada tanggal 24 Juni," terang Adhi.

Atas dasar itu, penyidik kemudian mengamankan MAC. MAC pun mengakui telah memalsukan surat hasil tes PCR ke sebuah percetakan.

"Surat hasil PCR yang asli pada tanggal 24 Juni 2021 itu dicetak ulang dan hanya diganti tanggalnya saja menjadi tanggal 26 Juli 2021," terang Adhi.

MAC mengaku sengaja memalsukan surat hasil tes PCR untuk menghindari pemeriksaan penyidik atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. "Iya memang saya palsukan agar tak diperiksa. Saya memang pernah positif, lalu suratnya saya palsukan," ujar MAC.

MAC mengaku memalsukan surat keterangan hasil tes PCR atas inisiatif sendiri. Ia juga baru pertama melakukannya. "Baru kali ini," pungkasnya.

Atas perbuatannya, selain sudah menjadi tersangka dan menjalani proses hukum kasus dugaan penipuan dan penggelapan, MAC juga ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat. Ia dijerat Pasal 263 ayat (1) dan atau Pasal 263 ayat (2) KUHP.

(sun/bdh)