Perawatan Pasien COVID-19 di Jombang Juga Konsumsi Ramuan Tradisional

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 13:13 WIB
Perawatan Pasien COVID-19 di Jombang Juga Pakai Ramuan Tradisional Secara Massal
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Masyarakat dan relawan ikut tergerak menyudahi pandemi COVID-19 di Jombang. Mereka membuat ramuan tradisional dalam jumlah besar untuk meningkatkan kekebalan tubuh para pasien Corona.

Jamu atau ramuan tradisional itu dibuat di Rumah Pelayanan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Di RPS Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, para relawan Taruna Siga Bencana (Tagana) dan sejumlah pegawai Dinsos bahu-membahu memasak jamu untuk pasien COVID-19.

"Sehari rata-rata kami membuat 480 liter jamu untuk pasien COVID-19. Sejak 4 Agustus 2021 sampai saat ini kami sudah mendistribusikan 2.226 liter ke masyarakat," kata Kasi Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinsos Jombang Gunadi kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Ia menjelaskan, gerakan membuat jamu untuk pasien COVID-19 ini murni swadaya masyarakat. Tidak ada sedikit pun anggaran Pemkab Jombang yang digunakan dalam gerakan sosial ini. Menurut dia, banyak masyarakat datang ke RPS memberi sumbangan secara sukarela.

Baik dalam bentuk uang, maupun aneka rempah-rempah berupa daun pandan, daun srikaya, daun jambu air, gula aren, jahe, kencur dan kapulaga. Aksi masyarakat bersama relawan ini telah mendapatkan restu dari Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah.

"Tagana diminta Bupati dan Wabup untuk membuat jamu karena mempunyai peralatan yang biasa untuk dapur umum. Sehingga mampu memasak jamu dalam jumlah ratusan liter," terang Gunadi.

Karena berasal dari swadaya masyarakat, lanjut Gunadi, warga Jombang yang butuh untuk mencegah infeksi COVID-19 bisa mengambil jamu tersebut secara gratis di RPS. Para relawan juga mengirim ramuan tradisional ini ke para pasien Corona yang menjalani isolasi mandiri (isoman) maupun yang diisolasi di rumah sehat di setiap kecamatan, serta di rumah sakit.

"Banyak yang sudah membuktikan ramuan ini. Jamu ini tidak pahit karena memakai gula aren yang aman untuk pengidap diabetes. Fungsinya untuk meningkatkan imun masyarakat, baik yang sudah kena maupun yang belum kena COVID-19," jelasnya.

Juru Masak di RPS M Nur Cholis menuturkan, ramuan tradisional untuk pasien COVID-19 diracik dengan takaran tertentu. Setiap liter jamu dibuat menggunakan 25 lembar daun srikaya, 2 lembar daun jambu air, 1 lembar daun pandan, 15 gram jahe, 15 gram kencur dan 5 butir kapulaga.

"Sehari kami maksimal membuat 400-500 liter. Kami masak mulai jam 12 malam. Sehingga pagi sudah tersedia 160-200 liter. Masyarakat bisa ambil secara gratis mulai jam 8 pagi sampai malam," tandasnya.

(fat/fat)