Bubur Suro Sambut 1 Muharam, Kelezatan dalam Kesederhanaan

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 11:12 WIB
Sejak pagi, kesibukan tampak di dapur Hj Lilik Mufidah, warga Bungurasih Timur, Waru, Sidoarjo. Aroma gurih menyeruak kala panci besar berisi bubur diaduk bersama sejumlah rempah dan santan kental.
Bubur suro/Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Sidoarjo -

Sejak pagi, kesibukan tampak di dapur Hj Lilik Mufidah, warga Bungurasih Timur, Waru, Sidoarjo. Aroma gurih menyeruak kala bubur suro diaduk bersama sejumlah rempah dan santan kental.

Untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah, Lilik sengaja membuat bubur suro. Bubur ini rencananya akan dibagikan ke tetangga sekitar.

Lilik mengaku setiap tahun selalu membuat bubur suro saat perayaan 1 Muharam. Dia menyebut tradisi ini telah diajarkan oleh leluhurnya. Bubur ini sebagai wujud syukur dan ungkapan doa agar di tahun baru diberikan keberkahan.

"Ini sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan Allah di tahun lalu dan memohon keberkahan di tahun baru ini," kata Lilik kepada detikcom, Selasa (10/8/2021).

Lilik mengaku membutuhkan waktu tiga jam dalam memasak bubur suro ini. Bubur yang sudah ditambahkan rempah, santan kental dan garam ini terus diaduk hingga mendapatkan tekstur yang pas.

Setelah bubur matang, barulah Lilik memasak lauk pelengkap bubur. Dia mengaku lauk yang ditambahkannya cukup sederhana. Yakni dadar telur yang diiris tipis, tempe dan kacang kering hingga bawang goreng.

Lauk ini ditaburkan di atas bubur hangat. Rasanya yang gurih menambah nikmat sajian bubur suro ini.

Namun di tahun ini, Lilik mengaku tak menambahkan lauk opor ayam atau ayam suwir dalam buburnya. "Soalnya masih pandemi hehe," imbuhnya sembari bercanda.

Dalam semangkuk bubur suro yang dibagikan ke tetangga hingga sanak saudara, tertuang harapan Lilik agar pandemi segera berakhir. Dia menyebut bubur suro ini juga memiliki makna menolak bala atau bahaya, dia berharap keluarganya hingga seluruh masyarakat Indonesia senantiasa mendapat perlindungan.

"Ada harapan juga semoga COVID-19 segera berakhir dan kita senantiasa dilindungi Allah dari marabahaya," harapnya.

(sun/bdh)