Kasus COVID-19 di Lamongan Turun Selama PPKM, BOR Tersisa 26%

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 19:19 WIB
peta zonasi sebaran covid-19 Lamongan
Peta zonasi sebaran COVID-19 Lamongan (Foto: Tangkapan layar)
Lamongan -

Kasus COVID-19 di Lamongan terus turun selama penerapan PPKM. Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Lamongan juga turun hingga hanya 26 persen.

Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 Lamongan Muhammad Nalikan mengatakan data yang ada di Satgas COVID-19 Lamongan menunjukkan jika penerapan PPKM di Lamongan membawa dampak positif dengan semakin turunnya kasus terkonfirmasi dan kasus aktif COVID-19. Selain itu, kata Nalikan, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Lamongan saat juga berada di 26 persen.

"Seiring penerapan PPKM, kasus konfirmasi dan kasus aktif COVID-19 terus turun. BOR di Lamongan saat ini 26 persen," kata Nalikan kepada wartawan, Senin (9/8/2021).

Dikatakan Nalikan, kasus COVID-19 di Lamongan mencapai puncaknya pada 23 Juli lalu dan hingga kini terus mengalami penurunan. Pada saat puncak tersebut, terang Nalikan, kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai angka 1.071 kasus dimana penambahan harian bisa di atas 100 kasus. Saat ini, lanjut Nalikan, kasus terkonfirmasi terus mengalami penurunan, yaitu 475 kasus.

"Kasus puncak pada 23 Juli mencapai 1.071 kasus dan per kemarin ada 475 kasus, semoga terus turun," ujarnya.

Peta zonasi COVID-19 di seluruh kecamatan di Lamongan juga semakin membaik dan tinggal menyisakan 1 kecamatan dengan status zona merah, yaitu Kecamatan Lamongan. Selain itu, peta zonasi yang diperbarui setiap pekan itu juga menyebut jika ada 14 kecamatan di Lamongan dengan status zona kuning dan 12 kecamatan dengan status zona oranye.

"Peta zonasi di Kecamatan-kecamatan ini kami perbarui setiap pekan," terangnya.

Nalikan menambahkan pemberlakukan PPKM selain berdampak positif terhadap penurunan angka penularan COVID-19 juga memiliki dampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Lamongan bersama 3 pilar terus menggelontorkan bantuan kepada warga terdampak pandemi. Untuk lebih menggairahkan kegiatan ekononi, kata Nalikan, Bupati Lamongan telah membuat gerakan Ayo Nguliner.

"Untuk memulihkan kembali ekonomi Lamongan, serta membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil di Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak masyarakat Lamongan untuk melaksanakan gerakan Ayo Nguliner dengan harapan nantinya pedagang-pedagang kecil yang sempat lesu dan sepi pembeli karena pelaksanaan PPKM ini dapat kembali tumbuh," imbuhnya.

Meski kasus COVID-19 telah menurun, tambah Nalikan, pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk tetap taat dan patuh untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Mari kita taati peraturan pemerintah untuk melakukan Jaga Jarak Fisik dan Sosial. Wajib memakai masker jika keluar rumah dan keluar rumah seperlunya saja serta menghindari kerumunan," pungkasnya.

(iwd/iwd)