Enam Bulan, 99 Kasus Pernikahan Dini Tercatat di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 07:37 WIB
Wedding in the mountains Mangup in Crimea
Foto: Thinkstock
Banyuwangi - Pernikahan dini marak terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Terhitung sejak Januari hingga Juni terdapat 99 kasus. Salah satu penyebabnya pendidikan rendah dan kultur masih kental.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten setempat, Luqman Al Hakim mengatakan, pernikahan dini yang terjadi di kabupaten ujung timur pulau jawa ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari pendidikan rendah, kultur, budaya hingga agama.

"Tahun 2021 terhitung sejak Januari hingga Juni, pernikahan di bawah usia 20 tahun ada 99 kasus atau sebesar 10,3 persen," ujar Luqman, Minggu (8/8/2021).

Faktor yang paling mendasar, kata Lukman, adalah pendidikan. Dia menyebut semakin rendah pendidikan maka kecenderungan terjadinya pernikahan juga akan semakin tinggi.

"Tidak ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan, minat belajar juga tidak ada, karena wawasannya juga tidak ada. Sehingga mungkin diperlukan juga inovasi di dunia pendidikan untuk kembali menggaet minat belajar," tambahnya.

Sementara untuk kultur dan budaya, tambah Lukman, adanya keyakinan jika perempuan diatas 20 tahun tidak menikah dianggap tua menjadi salah satu faktor pernikahan dini.

"Biasanya karena adanya nikah siri itu kan juga berpengaruh, kemudian setelah 19 atau 21 tahun baru di KUA baru diformalkan. Apalagi problem di masyarakat yang masih menganggap perempuan diatas 20 tahun kalau tidak menikah kan dianggap perawan tua. Lebih baik jadi janda dari pada perawan tua. Statemen tersebut masih banyak ditemui di masyarakat," ujarnya.

Hal tersebut, kata Luqman, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh masyarakat serta stakeholder. Mengingat dampak yang terjadi dari adanya pernikahan dini juga cukup besar. Baik dari segi kesehatan serta psikis dari anak-anak itu sendiri.

"Ini menjadi PR kita bersama baik dari pemerintah kemudian tokoh agama serta masyarakat untuk saling bahu membahu mencegah terjadinya pernikahan dini," pungkasnya.

Lihat juga video 'Nadiem Khawatir Pernikahan Dini Naik Jika Tak Mulai Belajar Tatap Muka':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)